Keterangan Foto : Kabut asap saat menyelimuti kota Jambi, Rabu (16/9/2015)

JAKARTA  – Data yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 10 orang tewas akibat keganasan kabut asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan sekitar beberapa bulan terakhir. Korban itu tidak termasuk kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Lawu, Jawa Timur.

“Dampak asap akibat karhutla telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia di Sumatera dan Kalimantan, baik dampak langsung dan tidak langsung,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (24/10/2015).

Menurut dia, dampak langsung adalah korban yang meninggal saat memadamkan api lalu ikut terbakar.  Sedangkan tidak langsung adalah korban yang sakit akibat asap  atau sebelumnya sudah punya riwayat sakit lalu adanya asap memperparah penyakit itu.

Kisah korban meninggal akibat keganasan kabut asap pernah menghebohkan pengguna media sosial sejagat Indonesia. Korbannya adalah Nabila Julia Rahmadani (15 bulan) menjadi korban keganasan kabut asap di Sumatera.  Korban adalah putra kandung Ahmad dan Nur Khomariah warga di Lorong Sumber Rejo RT 08 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

Sebelumnya, sang ibu membuat status di akun facebooknya bersama foto bayinya yang meninggal dunia akibat kabut asap. Beragam kata simpatik datang dari masyarakat serta kritikan kepada upaya pemerintah tak kunjung padam.

“Cukup anak hamba ya Allah yang jdi korban akibat asap yang tak kunjung berhenti, jangan lagi ada korban yang lain. Sesak nafas, batuk, pilek, akibat kabut asap dari orang orang yang tidak bertanggung jawab,” demikian statusnya yang dibuat sang ibu dengan kondisi anaknya yang wafat. Namun demikian, postingan itu tak bisa diakses dan lenyap di dunia maya.

Menurut BNPB, 10 korban tewas ini di luar dari korban 7 orang meninggal dan 2 orang kritis saat mendaki Gunung Lawu. Mereka yang meninggal dunia kemudian terkepung karhutla dan akhirnya terbakar di Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada 18 Oktober 2015‎.

Menurut BNPB, Pada Minggu (18/10) pukul 13.40 WIB kebakaran bermula  di petak 73 KPH Gunung Lawu. Pada kawasan ini terjadi kebakaran hutan akibat perapian/api unggun dari pendaki gunung yang ditinggal dan belum dipadamkan.

Share

Video Popular