- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Baikkah Bekerja Sambil Berdiri ?

Kini semakin banyak orang mulai menggunakan meja kantor model berdiri, karena orang-orang pada umumnya menganggap bahwa duduk lama itu erat kaitannya dengan penyakit jantung, kanker atau bahkan kematian dini. Lantas, apakah dengan gaya berdiri sebagai pengganti duduk itu bermanfaat bagi kesehatan ?

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan “The International Journal of Epidemiology” seperti dilansir “Huffington Post” baru-baru ini menunjukkan, bahwa bekerja sambil berdiri itu tidaklah lebih bermanfaat bagi kesehatan daripada duduk.

Karena berdiri itu juga merupakan suatu pose static, bahkan juga tidak baik bagi kesehatan tubuh sama halnya dengan duduk lama dalam posisi tetap. Menurut peneliti, Anda bisa pertimbangkan menggunakan treadmill desk (suatu meja kerja yang digabungkan dengan treadmill).

Sejak 1985 silam, para peneliti telah menindaklanjuti kondisi kesehatan dan perilaku dari 1,412 wanita 3,720 pria di London, Inggris, dengan masa waktu selama 16 tahun. Dan para responden juga mencatat waktu duduk mingguan mereka masing-masing.

16 tahun kemudian, dari data National Health Service Central Registry, Inggris, yang diverifikasi oleh para peneliti terkait ditemukan, bahwa di antara responden yang disurvei itu ada 450 responden yang meninggal. Para peneliti kemudian menganalisis rekam jejak mereka beberapa tahun terakhir ini, dan menemukan rasio kematian itu tidak terkait dengan duduk lama.

Dr Melvyn Hillsdon, asisten professor dari Journal of Sport and Health Science di University of Exeter mengatakan, tidak peduli apakah duduk atau berdiri lama, dan apa pun bentuk posenya (duduk atau berdiri) semua itu tetap tidak baik bagi kesehatan, karena konsumsi energi dalam kondisi tetap atau statik itu sangat rendah.

Para peneliti menyimpulkan bahwa pose duduk itu sendiri tidaklah fatal, yang benar-benar merusak kesehatan itu adalah gaya hidup dari duduk lama itu, artinya telah mengembangkan kebiasaan duduk lama di satu posisi.

Alan Cornell, profesor bidang Human Engineering atau Rekayasa Manusia dari Cornell University, New York, AS, merekomendasikan, jika Anda duduk selama 20 menit secara terus menerus saat sedang beraktivitas di kantor atau berdiri selama 8 menit, sebaiknya lakukan aktivitas lain atau gerak-gerakkan anggota tubuh anda sekitar 2 menit.

Umumnya jika berdiri lebih dari 10 menit, fisik orang itu akan mulai condong ke satu sisi (miring), dan dalam jangka waktu panjang akan menyebabkan penyakit pada bagian punggung serta masalah muskuloskeletal (sistem kompleks yang melibatkan otot-otot dan kerangka tubuh, dan termasuk sendi, ligamen, tendon, dan saraf) lainnya.(Jhn/Yant)