Foto : Kim Jong Un (Int)

Media Korea Selatan Chosun Ilbo mengutip dari seorang sumber pada 22 Oktober melaporkan bahwa sudah banyak pejabat Korea Utara yang ditempatkan di luar negeri membelot ke Selatan.  Akhir-akhir ini, di antaranya terdapat seorang pejabat Biro 39 (red. Kantor Bendahara) dari Partai Buruh Korea Utara. Pejabat ini adalah yang dipercaya untuk mengelola dana rahasia milik Kim Jong-un dan merupakan orang pejabat penting di biro intelijen Korea Utara (General Bureau of Reconnaissance). Para pejabat tersebut membelot dengan membawa kabur jutaan Dollar AS.

Sumber dari Beijing mengatakan, seorang pejabat dari Biro 39 Partai Buruh Korea Utara yang berada di Afrika dalam rangka mengawasi pembuatan patung tembaga di sana, tiba-tiba menghilang dari Afrika bersama sejumlah dana milik Korea Utara.

Semenjak tahun 2010, Korea Utara memang mencari devisa dengan cara membuatkan patung para diktator dari bahan tembaga di beberapa negara Afrika seperti Senegal, Angola, Zimbabwe. Pejabat Biro 39 lainnya juga ikut lenyap dari Tiongkok bersama dengan jutaan Dollar AS milik Korea Utara yang dipercayakan kepadanya.

Karena pemerintah Korea Utara biasanya akan bertindak sedemikian rupa terhadap keluarga dari pejabat untuk luar negerinya, alias dijadikan jaminan untuk tidak membelot. Maka pejabat tersebut memilih membelot pada hari perayaan anak-anak.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa sekarang sedang ‘musim’ pembelotan pejabat Korea Utara khususnya yang ditempatkan di luar negeri. “Berita yang saya terima dari Korea Utara mengatakan bahwa mereka (pejabat yang membelot) juga membawa kabur dana pemimpin diktator mereka. Ini benar-benar suatu pukulan berat bagi Kim Jong-un”.

Pejabat berwenang dari Biro Intelijen Korea Selatan dalam dengar pendapat dengan anggota Majelis Nasional di ruang Komite Intelijen mengatakan, ketidakpuasan para pejabat senior Korea Utara  terhadap Kim Jong-un akhir-akhir ini tampak melonjak. “8 orang pejabat luar negeri mereka membelot di tahun 2013. 18 orang di tahun 2014, dan tahun ini (bulan Januari s/d Oktober) menyusul lagi 20 orang. Grafiknya meningkat setiap tahun”.

Media resmi Korea Selatan mengutip sumber dari Biro Intelijen mereka memberitakan bahwa banyak indikasi mengarah pada mulai goyahnya rezim Kim Jong-un. (Secretchina/Sinatra/asr)

Share

Video Popular