Olahraga merangkak yang sedang marak di Zhengzhou, Tiongkok (Internet)

ZHENGZHOU – Aneka ragam olahraga pagi dilakukan warga untuk mencapai badan sehat penuh semangat. Ada yang bermain Taichi polos. ada juga Taichi yang menggunakan pedang, toya, cambuk atau kipas, ada yang memilih jalan santai, jalan cepat atau lari pagi, ada juga yang menggerakan badan mengikuti tarian lapangan dengan iringan musik disko, dan seterusnya.

Menurut laporan media Tiongkok Henan Zhengzhou ‘Dahe’ bahwa di taman bekas tempat perbelanjaan di kota Zhenngzhou, ada sekelompok orang yang berolahraga dengan cara membungkukkan badan dan berjalan merangkak-rangkak.

Jumlah orangnya tidak sedikit, mungkin sekitar 30 – 40 orang tua, muda yang kebanyakan dari mereka menggunakan sarung tangan. Berjalan membungkuk dengan kedua telapak kaki dan telapak tangan menyentuh tanah. Kadang-kadang mereka merangkak menyamping, kadang maju dan mundur, sesekali juga melakukan aksi bagaikan menendang dengan kaki secara bergantian.

“Sudah setengah tahun lebih saya ikut olahraga ini, selain leher kaku saya lenyap, darah tinggi juga banyak berkurang! seorang bermargaa Duan adalah orang yang mengajari kami-kami di sini, ia adalah orang pertama di lingkungan sini yang berolahraga ‘Merangkak Pagi’. Mungkin sudah 5 atau 6 tahun lalu. Ia yang sudah berusia 90 tahun lebih masih memiliki fisik sangat sehat. Jadi kita pun ikut-ikutan belajar”, kata instruktur pria yang bermarga Sun.

 “Sakit pada tulang belakang saya sembuh lho setelah sekian waktu saya bertahan setiap hari melakukannya selama 2 putaran di sini. badan terasa lebih ringan,” ujar seorang wanita warga kota Zhengzhou memberitakan.

Lalu, apakah olahraga ini memang memiliki faedah kesehatan ?

Wartawan kemudian mendatangi sebuah rumah sakit tingkat propinsi spesialis pengobatan Tiongkok dan menemui Wakil Direktur Lu Peiwan. Beliau menjelaskan : Gerak badan tersebut berasal dari Wu Qinxi yang berarti gerakan dari 5 hewan ciptaan Hua Tuo. Dengan menirukan gerakan hewan berjalan diharapkan bisa mencapai kebugaran jasmani.

“Dalam posisi merangkak, berat badan akan terbagi ke anggota badan sehingga mampu mengurangi beban berbagai bagian tubuh, terutama di bagian lumbar. Pengurangan beban akan berpengaruh positif terhadap gangguan yang kerap menyerang daerah lumbar dan berbagai penyakit tulang belakang,” kata spesialias pengobatan Tiongkok.

“Di samping itu, merangkak menciptakan gerakan yang harmonis bagi badan, memberikan kesempatan gerak kepada bagian otot yang jarang dimanfaatkan, sehingga otot lebih kuat, kelenturan terjaga juga baik buat tulang-tulang,” imbuhnya. (Secretchina/Sinatra/asr)

Share

Video Popular