Keterangan gambar: Peta sistem Galaktik (astro.vm.rub.de)

Oleh: Lin Yan

Astronom Jerman menggabungkan peta segenap panorama galaksi berukuran terbesar, dan menemukan setidaknya 50.000 bintang baru. Segenap panorama tersebut mencapai 46 miliar piksel, lebih terang 2,000 kali dibandingkan gambar dari kamera digital berukuran 20 juta pixel atau sekitar 22.000 unit TV High definition.

Laman American CBS (22/10) lalu menyebutkan, bahwa astronom dari Ruhr University (Ruhr Universität), Jerman, menghabiskan lima tahun waktunya mengamati benda langit dengan tingkat kecerahan yang tidak sama di galaksi kita, dan menemukan lebih dari 50.000 bintang baru.

“Jika ingin menampilkan sepenuhnya gambar tersebut di televisi definisi tinggi, maka diperlukan setidaknya 22.000 layar,” demikian kata Moritz Hackstein, peneliti utama terkait.

Menurut laporan terkait, 46 miliar piksel itu berasal dari hitungan 855.000 X 54.000, atau setara dengan 2,000 kali lebih jernih dari gambar yang diambil dengan kamera digital ukuran 20 juta pixel.

Laman “The Christian Science Monitor” (22/10/2015) lalu menyebutkan, galaksi itu terlalu besar, sehingga para astronom harus membaginya menjadi 268 bagian untuk melakukan pengamatan, dan setelah beberapa minggu memverifikasi data terkait serta menggabungkannya, akhirnya kita mendapatkan peta astronomi yang akurat. Para peneliti secara total mencatat 64.151 data sumber cahaya, dan 56,794 di antaranya itu adalah kali pertamanya baru diketahui.

Teleskopt yang digunakan para astronom terletak di gurun Atacama, Bochum Observatorium, Chile. (Observatorium Bochum). Rolf Chini, kepala observatorium tersebut mengatakan, meskipun teleskop radio Bochum Observatory skalanya tidak sebesar The Very Large Telescope array (VLT) Eropa, namun, efisiensi pengamatannya jauh lebih tinggi.

Peta tersebut disediakan untuk siapapun secara online. Astronom profesional dan masyarakat umum dapat menikmati peta galaksi berukuran 46 miliar piksel tersebut dengan perangkat online. (joni/rmat)

Share

Video Popular