Beberapa waktu lalu, bahwa orang-orang di dua provinsi di Tiongkok mengklaim telah melihat kota melayang di langit dalam beberapa hari.

Laporan mengklaim bahwa formasi awan itu seolah tampak menunjukkan pemandangan sebuah kota di atas Kota Foshan di Provinsi Guangdong, dan rekamannya muncul di TV yang dikelola oleh rezim komunis Tiongkok pekan lalu. Beberapa hari kemudian, “kota awan” kedua terlihat di Provinsi Jiangxi. Tampaknya, beberapa ratus orang telah menjadi saksi mata dari kedua peristiwa tersebut.

Sejumlah situs, termasuk The Telegraph dan IFL Science, melaporkan pada dugaan fenomena seolah-olah hal itu benar-benar terjadi, tanpa mempertanyakan keaslian video satu-satunya tentang hal itu. Kedua situs itu tidak memberikan rincian dasar, termasuk ketika fatamorgana benar-benar terjadi atau menjelaskan “ratusan”, dan kemudian “ribuan”, orang yang melihat kota itu. Tak satu pun dari laporan yang menjelaskan bagaimana pada tahun 2015 yang modern ini ratusan orang bisa melihat sebuah anomali tanpa ada puluhan foto dan video yang berbeda. Laporan tampaknya hanya mengutip satu sama lain dan link kembali ke klip YouTube yang sama.

Laporan itu tidak memberikan bukti atau saksi mata bahwa orang-orang tersebut benar-benar telah melihatnya. Sebagian besar foto-foto yang beredar bersumber dari video YouTube yang diterbitkan pada 13 Oktober 2015 oleh channel “Paranormal Crucible”. Ada juga sebuah siaran berita TV RRT yang seharusnya menunjukkan salah satu insiden, yang konon menunjukkan fatamorgana, namun hanya ada satu bagian video berikituk ini.

Namun, jika rekaman itu tidak hanya sekadar diubah secara digital, telah berteori bahwa “kota melayang” itu kemungkinan besar hasil dari fatamorgana, ilusi optik yang terjadi ketika sinar cahaya yang bengkok setelah melewati lapisan udara. Ini paling sering terjadi ketika cahaya memantulkan air dingin yang dibengkokkan oleh lapisan yang tidak biasa dari udara hangat di atas, dan tiba di mata pengamat pada sudut yang berbeda. Gambar fatamorgana biasanya muncul tepat di atas cakrawala.

Jadi, satu-satunya masalah denganpenjelasan itu adalah bahwa fatamorgana muncul tepat di atas cakrawala, dan video foto yang menunjukkan “kota awan” itu jelas terlalu tinggi untuk sebuah fatamorgana, sehingga membuat fenomena itu menjadi kian misterius.

Ada juga foto lain yang menyebutkan tentang kota tersebut telah beredar di Twitter.

Fatamorgana diambil dari nama dari seorang wanita memesona Morgan le Fay yang disebutkan dalam legenda Arthur. Beberapa teori konspirasi mengatakan bahwa fenomena itu adalah manifestasi dari “Project Blue Beam,” rencana yang melibatkan NASA menerapkan agama baru untuk mengontrol umat manusia.

Sementara pendapat lain telah mengklaim bahwa hal itu menunjukkan adanyasuatu “alam semesta paralel.” (Zzr/Yant)

Share

Video Popular