Dalam minggu-minggu menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB di Paris, Perancis, para delegasi tidak hanya akan bertemu dan memutuskan tentang rencana iklim yang diusulkan, tetapi para ilmuwan dan peneliti juga terus menguji dan meningkatkan teknologi baru energi bersih yang lebih murah dan efisien guna mengatasi tingginya emisi CO2.

Meskipun masih diperdebatkan apakah peningkatanCO2 merusak atau justru membantu lingkungan, pemerintah di seluruh dunia telah menghabiskan miliaran dollar guna berinvestasi dalam solusi energi bersih. Amerika Serikat telah menghabiskan lebih dari 150 miliar dollar AS dalam lima tahun terakhir pada proyek tenaga surya dan berbagai proyek terbarukan lainnya, menurut Brookings Institute, sebuah LSM nirlaba.

Amerika Serikat telah menghasilkan sejumlah penemuan dalam bidang instalasi energi surya dan angin dalam beberapa tahun terakhir, dan Negeri Paman Sam itu juga telah berbagi tentang penemuan baru mereka dalam tenaga surya, angin, dan bahan bakar bersih.

Tiga penemuan berikut ini adalah beberapa penemuan besar berikutnya dalam dunia teknologi bersih dan hijau.

Membersihkan pencemaran merkuri dari lingkungan

Seorang ilmuwan dan dosen di Universitas Flinders di Australia Selatan memberikan pengantar dari penelitiannya yang akan segera diterbitkan tentang bagaimana minyak dari kulit jeruk dan produk-produk limbah lainnya dapat menghilangkan merkuri dari pasokan air Anda.

Justin Clark melaporkan dalam sebuah artikel IFLScience. com bahwa ia dan sekelompok rekan-rekannya meluncurkan materi baru yang dibuat dengan menggabungkan sulfur, produk limbah dari industri minyak bumi, dan limonene yang ditemukan dalam minyak dari kulit dan buah jeruk, yang dapat menghapus lebih dari 50 persen merkuri dari air dalam sebuah pembersihan tunggal.

Merkuri merupakan sebuah racun saraf, sangat berbahaya bagi janin yang tengah berkembang. Cara utama baginya untuk masuk ke dalam tubuh manusia adalah melalui makanan ikan.

Manusia telah meningkatkan konsentrasi merkuri di lautan hingga 10 persen sejak Revolusi Industri, menurut laporan Clark. Persediaan air terkontaminasi dengan merkuri melalui kegiatan seperti manufaktur, pertambangan, minyak dan ekstraksi gas, serta pembangkit listrik.

Sistem pemurnian air tenaga surya

Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT), AS, telah menguji coba penemuan energi surya terbaru mereka di pedalaman hutan semenanjung Yucatan di Meksiko. Sebuah desa terpencil yang disebut La Mancalona mendapatkan percobaan pertama dari sistem pemurnian air bertenaga surya sekitar dua tahun yang lalu, dan ternyata berhasil. Sistem tersebut terdiri dari dua panel surya, yang pertama mengubah sinar Matahari menjadi listrik, kemudian yang ke-2 memberikan tenaga bagi pompa yang mendorong air melalui membran semiporous dalam proses filtrasi yang disebut reverse osmosis.

Penemuan ini dapat memurnikan baik air bersih maupun air hujan yang dikumpulkan, sehingga dapat menghasilkan sekitar 1.000 liter air murni per hari untuk 450 warga.

Lensa kontak tenaga surya

Baru-baru ini, Google dianugerahi sebuah paten untuk lensa kontak bertenaga surya yang dapat berkomunikasi dengan komputer dan mengumpulkan data biologis tentang pemakainya, termasuk suhu tubuh internal dan tingkat alkohol dalam darah, menurut laporan Tech Insider.

Lensa tersebut dilengkapi dengan sensor pendeteksi foto dan sel surya yang memberi mereka kemampuan untuk mengakses listrik dari Matahari, yang memungkinkan mereka untuk terus melakukan sejumlah tugas.

Proyek lensa kontak itu sebenarnya telah diumumkan pada tahun 2014 lalu, yang dimaksudkan untuk mengukur kadar glukosa dalam air mata menggunakan chip nirkabel kecil dan sebuah sensor glukosa kecil. Namun kini, sensor itu telah bisa merasakan allergen seperti rumput atau serbuk sari tanaman, bulu hewan peliharaan, dan ekskresi tungau debu.

Meskipun tidak ada jaminan, dalam paten tersebut dinyatakan bahwa lensa dapat memungkinkan pemakai untuk membaca informasi di barcode, atau digunakan untuk memverifikasi identitas pemakainya. (Osc/Yant)

Share

Video Popular