- Erabaru - http://www.erabaru.net -

AS Kirim Kapal Perusak ke Pulau Karang yang Diklaim Tiongkok

Keterangan foto: Kapal perusak AS USS Lassen akan melakukan patroli di sekitar pulau karang Subi dan Mischief di Laut Selatan. (Hoang Dinh Nam/AFP)

Departemen Pertahanan AS pada Senin (26/10/2015) menegaskan bahwa menghadapi klaim Tiongkok atas kedaulatan wilayah di Laut Selatan, Departemen Pertahanan berencana mengutus dalam waktu 24 jam kapal perusak Angkatan Laut USS Lassen ke perairan 12 mil dekat pulau karang yang direklamasi Tiongkok di Laut Selatan.

Reuters melaporkan bahwa kapal perusak USS Lassen akan melakukan patroli laut di sekitar pulau karang Subi dan Mischief. Kedua pulau karang dahulunya akan tenggelam pada saat laut sedang pasang, sekarang telah menjadi pulau buatan sejak Tiongkok mulai melakukan reklamasi pada 2014.

Pejabat Departemen Pertahanan AS tersebut mengatakan, pesawat pengintai Angkatan Laut P-8A dan P-3 juga mungkin akan bersama-sama kapal perusak menuju wilayah itu. Pengiriman kapal perusak ke wilayah itu menjadi tindakan pertama AS untuk menantang klaim teritorial Tiongkok atas 12 mil laut dari pulau buatan itu.

Pejabat tersebut juga mengatakan, tugas patroli terhadap kedua pulau buatan itu masih akan berlanjut hingga beberapa minggu ke depan.

“Ini tidak dilakukan hanya sekali, tetapi masih akan sering dilakukan di waktu mendatang,” Sebutnya.

Hal ini jelas akan menambah tingkat ketegangan hubungan antara Tiongkok dengan AS.

Tiongkok mengklaim memiliki kedaulatan atas sebagian besar dari perairan di Laut Selatan. Departemen Luar Negeri Tiongkok pada 9 Oktober 2015 lalu menyatakan, “tidak mengijinkan negara manapun dengan mengatasnamakan demi melindungi hak kebebasan navigasi dan penerbangan, kemudian melanggar wilayah perairan di laut atau udara Tiongkok di Kepulauan Spartly (Nansha)”.

Menurut Amerika bahwa pulau buatan yang dibangun oleh suatu negara di atas terumbu atau karang yang pernah tenggelam di bawah permukaan laut sesuai hukum internasional tidak berarti negara tersebut memiliki hak teritorial atas pulau itu. Hal ini menjadi sangat penting dalam memelihara hak kebebasan pelayaran di laut.

Nilai barang angkutan kapal-kapal laut yang melalui perairan ini setiap tahunnya bisa mencapai lebih dari USD. 5 triliun. (sinatra/rmat)