Para peneliti di Amerika Serikat telah menemukan bahwa perubahan hormonal pada wanita selama menopause dapat menyebabkan ‘kolesterol baik’ menjadi berbahaya untuk kesehatan mereka.

‘Kolesterol baik’ biasanya melindungi arteri dengan membantu untuk mengangkut ‘kolesterol jahat’ ke hati untuk diproses. Tapi penelitian terbaru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung pada wanita meningkat secara dramatis setelah menopause, karena kolesterol baik menjadi berbahaya.

Menurut studi selama sepuluh tahun yang dilakukan oleh Karen Matthews, dari University of Pittsburgh pada 1054 wanita Amerika, kadar kolesterol perempuan cenderung melonjak setelah menopause, menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar dari kejadian kardiovaskular.

Samal El Khoudary, peneliti lain dari University of Pittsburgh, menghabiskan sembilan tahun mempelajari 225 wanita antara usia 40 dan 50, tidak ada satupun yang memiliki sejarah masalah jantung sebelum menopause.

Transformasi ‘kolesterol baik’

Ada dua jenis kolesterol: LDL, atau ‘kolesterol jahat’, dan HDL, yang dikenal sebagai ‘kolesterol baik’. Para peneliti menemukan bahwa “kolesterol HDL dapat berubah selama masa transisi menopause. Ini tidak lagi melindungi sistem kardiovaskular”.

Pasien dengan tingkat tinggi kolesterol LDL memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terkena penyakit jantung, dan kondisi mereka harus dimonitor secara seksama. Kolesterol LDL yang berlebihan adalah penyebab utama aterosklerosis, pengerasan arteri yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Kadar kolesterol dapat dikontrol dengan diet ketat dan obat-obatan yang sesuai.

Share

Video Popular