Keterangan gambar: Salah satu fokus utama Kongres Kelima PKT yakni program pembangunan ekonomi ‘135’. (foto internet)

Sidang Paripurna ke 18 Kongres ke 5 Partai Komunis Tiongkok (PKT) digelar mulai 26 – 29 Oktober 2015. Masyarakat menduga para petinggi Tiongkok akan berfokus pada pembahasan 2 masalah utama. Karena ini juga merupakan program pembangunan 5 tahun bagi kepemimpinan baru Tiongkok, maka cukup menarik perhatian publik.

Sidang Paripurna ke 18 waktu itu telah mencanangkan program pencapaian standar kesejahteraan masyarakat Tiongkok pada 2020, termasuk menetapkan standar pendapatan penduduk perkotaan dan pedesaan yang dua kali lipat lebih besar dari target kuantitatif yang ditetapkan pada 2010.

Anggota Akedemi Ilmu Pengetahuan Tiongkok Li Yang berpendapat bahwa dengan mempertimbangkan faktor pertumbuhan penduduk, untuk mencapai target itu maka tuntutan terhadap kebutuhan pembangun ekonomi akan bertambah tinggi. Perkiraan kasaran, itu baru bisa terjamin bila pertumbuhan ekonomi bisa berada di tingkat 7.1%

Terus menerus membaiknya standar kehidupan masyarakat menjadi faktor utama PKT untuk mempertahankan eksistensi dan legilitas kekuasaan mereka, namun, dengan kelebihan kapasitas produksi dan menurunnya ekspor nasional menyebabkan ekonomi berjalan lamban, yang juga membuat pencapaian target semakin sulit.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok kuartal ketiga tahun ini 6.9% menjadi angka pertumbuhan terendah selama 6 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi terus bertambah. PM. Li Keqiang saat memberikan laporan perkembangan situasi ekonomi Tiongkok di Sekolah Pusat Partai Komunis Tiongkok pada 23 Oktober 2015 mengakui adanya hambatan dan tekanan ekonomi yang semakin besar, termasuk untuk mengontrol faktor pada makronya.

Menurut laporan yang berwenang sebelumnya bahwa agen utama Kongres Kelima PKT adalah Politbiro akan menyampaikan laporan kerja kepada Komite Sentral, melaporkan hasil penelitian tentang pengembangan pembangunan ekonomi dan sosial serta usulan tentang program kerja akan ditetapkan menjadi program pembangunan ekonomi ‘135 (tiga belas rencana lima tahunan)’.

Media resmi pemerintah Tiongkok ‘Renmin Rebao’ pada 12 Oktober 2015 mengutip ucapan pejabat mengatakan bahwa ekonomi Tiongkok sedang memasuki era pergeseran program. Seperti yang dikatakan oleh pejabat itu bahwa target pertumbuhan ekonomi antara 6.5 – 7.5 % bisa menjadi keputusan Kongres Kelima. Namun, dengan melihat situasi ekonomi global saat ini, pengurangan sekitar 0.5 – 0.6% mungkin saja terjadi.

Kabarnya, Kongres akan berfokus pada masalah yang berkaitan dengan restrukturisasi dan melepas pengontrolan pemerintah atas pasar yang sebenarnya sudah berulang kali dijanjikan pemerintah pada waktu lalu. Tetapi ‘pukulan telak’ gara-gara harga saham hancur di musim panas tahun ini, membuat semakin banyak orang kehilangan kepercayaan terhadap janji-janji pemerintahan PKT bahkan sanksi terhadap kemampuan dalam mengatasi masalah ekonomi.

Ekonom Tiongkok terkenal, Direktur Unirule Institute of Economics Mao Yushi menduga akan sedikit ide-ide atau kebijakan ekonomi yang bisa diambil pemerintah melalui Kongres Kelima sekarang, karena reformasi ekonomi yang sudah ditetapkan dalam Kongres Ketiga lalu sudah sangat jelas. Permasalahannya hanyalah pada tidak bisa bergerak. Kuncinya terletak pada reformasi yang diusulkan Li Keqiang itu digagalkan oleh kelompok kepentingan pribadi.

Mao Yushi percaya, untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi ekonomi Tiongkok, satu-satunya jalan adalah mengadakan perubahan struktural. Mengubah pemerintah Tiongkok dari kediktatoran menjadi pemerintah yang demokrasi berdasarkan hukum. Itu pokoknya, mengubah kepemilikan publik menjadi kepemilikan swasta. Bila perubahan ini tidak mau dilakukan maka ekonomi tidak mungkin membaik. (Secretchina/sinatra/rmat)

Share

Video Popular