Keterangan gambar: Ilustrasi dDi pusat galaksi PGC 043234 sejauh 290 juta tahun cahaya dari bumi, lubang hitam memancarkan sinar X energi tinggi setelah menghirup puing-puing sebuah bintang yang hancur (warna biru). (video Screenshot)

Oleh: Lin Yan

Untuk pertama kalinya, astronom menyaksikan proses lubang hitam meluluhlantakkan sekaligus melahap bintang menggunakan multi teleskop. Ini juga merupakan pemandangan hancurnya sebuah bintang dalam jarak paling dekat dari bumi selama satu dekade terakhir.

Laman phys.org (21/10/2015) lalu menyebutkan, bahwa bersama dengan lembaga penelitian dari University of Maryland, AS, astronom menyaksikan proses lubang hitam menghancurkan dan melahap bintang di pusat galaksi yang jauhnya sekitar 290 juta tahun cahaya dari bumi. Astronom mengatakan bahwa ini merupakan kali pertamanya menyaksikan fenomena astronomi yang mengalami kehancuran dalam jarak paling dekat dengan bumi selama satu dekade ini.

Karena gravitasi yang kuat dari lubang hitam dapat menghasilkan kekuatan pasang surut yang merobek-robek bintang, sehingga proses menakjubkan dari lubang hitam yang merobek sekaligus melahap bintang itu juga lazim disebut tidal disruption (gangguan pasang surut). Dalam peristiwa yang disebut tidal disruption itu, beberapa puing bintang terlempar ke luar pada kecepatan tinggi. Sementara sisanya jatuh ke dalam lubang hitam, dan membentuk X-ray flare yang dapat berlangsung selama beberapa tahun.

“Hasil ini mendukung beberapa ide terbaru kami untuk struktur dan evolusi peristiwa gangguan pasang surut. Kelak di masa depan, gangguan pasang surut memungkinkan kita mempelajari efek gravitasi ekstrim di laboratorium,” kata Coleman Miller, profesor astronomi di Universitas Maryland dan Direktur Joint SpaceScience Institute seperti dikutip Daily Mail, baru-baru ini.

Keterangan gambar: Ilustrasi. Di pusat galaksi PGC 043234 yang jauhnya sekitar 290 juta tahun cahaya dari bumi, lubang hitam mencabik bintang dan mulai menghisap materi bintang. (video screenshot)

Sebenarnya, sejak November 2014 lalu, para astronom telah menemukan ganguan pasang surut tersebut menggunakan teleskop optik All-Sky Automated Survey for Supernovae (ASAS-SN) yang dikenal sebagai ASASSN-14li. Peristiwa langka ini terjadi di dekat lubang hitam supermasif di pusat galaksi PGC 043.234. Setelah itu, mereka menggunakan Chandra X-ray Observatory, Swift Gamma Ray Burst Explorer dan XMM-Newton satellite, menganalisis data sinar-x di tidal disruption dan memperoleh situasi yang lebih jelas dari peristiwa tersebut.

“Sebelumnya, pernah beberapa kali menyaksikan peristiwa gangguan pasang surut di pusat galaksi, namun kali ini benar-benar menyaksikan secara jelas lubang hitam mencabik-cabik bintang tersebut,” kata Jon Miller, professor astronomi di University of Michigan, AS.

Keterangan gambar: Ilustrasi. Di pusat galaksi PGC 043234 yang jauhnya 290 juta tahun cahaya dari bumi, lubang menyedot materi bintang yang sepenuhnya hancur. (video screenshot)

Jelle Kaastra, astronom dari Netherlands Institute for Space Research yang berpartisipasi dalam studi terkait mengatakan, “Lubang hitam mulai melahap materi dengan cepat setelah menghancurkan bintang, tapi ini bukan akhir dari kisah terkait, sebab lubang hitam terpaksa harus memuntahkan kembali sejumlah materi karena proses penghisapan yang terlalu cepat.” (joni/rmat)

Penelitian terkait dipublikasikan di jurnal “Nature” edisi terbaru.

https://www.youtube.com/watch?v=hu6hIhW00Fk&feature=youtu.be

Share

Video Popular