Pada umumnya, kaum wanita akan mengalami masa menopause di kisaran usia antara 45 – 56 tahun, semasa menopause ini, para wanita akan mengalami banyak ketidaknyamanan fisik, dan dampak dari menopause itu juga cukup besar bagi wanita. Dalam keadaan tidak bisa menyesuaikan diri dengan menopause, banyak wanita terpaksa menggunakan hormon sebagai terapi alternatif. Kabar baiknya, selain menggunakan hormon, ilmuwan dari Universitas Tokyo, Jepang, menemukan bahwa jus tomat sangat baik bagi wanita menopause.

Menopause adalah peristiwa besar dalam perjalanan hidup wanita. Berkurangnya hormon wanita berdampak besar terhadap fisik mereka, gejalanya mungkin termasuk demam berkala, edema, daya ingat menurun, labil, insomnia, jantung berdebar, atrofi (kulit lisut/menipis), tulang menjadi longgar, nafsu makan menurun, libido turun (tidak bergairah), rambut rontok dan bobot badan menjadi berat. Di saat demikian, kaum wanita juga akan memiliki risiko yang relatif tinggi menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan ketidak-seimbangan kolesterol.

Perubahan fisiologis pada wanita menopause, tidak nyaman secara psikologis, ada yang gejalanya sangat serius, sehingga terpaksa menggunakan hormon sebagai terapi pengganti (HRT, terapi penggantian hormon), mengonsumsi obat-obatan, dan seiringan dengan itu pun meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, kanker payudara dan trombosis.

Tokyo Medical University mempelajari 93 wanita menopause, mereka minum 7 ons jus tomat atau setara dengan 200 ml untuk setiap kalinya, minum dua kali sehari secara berturtut-turut selama delapan minggu. Dan dalam penelitian awal, menengah dan akhir, para peneliti membuat penilaian berdasarkan Menopausal Symptom Scale, Athens Insomnia Scale dan Hospital Anxiety and Depression Scale. Mereka juga memantau jantung, tekanan darah dan resting energi expenditure serta kondisi glukosa maupun kolesterol mereka.

Mengapa jus tomat memiliki manfaat-manfaat ini? Studi sebelumnya menemukan bahwa ada sejumlah materi dalam jus tomat itu mirip dengan hormon estrogen wanita, yang disebut gamma-aminobutyric acid (GABA). Gamma-aminobutyric acid adalah asam lemak baik yang mutlak diperlukan, neurotransmiter inhibisi utama pada sistem saraf pusat. Gamma-aminobutyric acid adalah suatu elemen mencegah ketegangan dan obat penenang alami. Jika tubuh memiliki gamma-aminobutyric acid yang memadai, maka kemungkinan terserang penyakit mental akan menurun, sementara gejala insomnia, sakit kepala, kepala berat, kepala pusing juga akan membaik, karena gamma-aminobutyric acid dapat mendorong aktivitas otak.

Ilmuwan terkait menjelaskan, adanya efek positif itu karena di dalam jus tomat mengandung khasiat total dari beberapa zat yang disatupadukan, bukan hanya efek dari gamma-aminobutyric acid (Asam Y-aminobutirat). Karena selain Asam Y-aminobutirat, jus tomat juga mencakup likopen, esculeoside A, dan juga asam lemak yang dikenal sebagai 13-oxo-ODA, dimana semua unsur ini sangat bermanfaat bagi tubuh.

Dalam penelitian likopen sebelumnya direkomendasikan bahwa efek oksidannya dapat mengurangi osteoporosis, penyakit kardiovaskular dan penyakit mental. Sedangkan dalam penelitian esculeoside A pada awal sebelumnya ditemukan bahwa ia (esculeoside A) mungkin dapat mengurangi trigliserida dan kolesterol, serta mengurangi kerusakan aterosklerosis. Sementara itu, penelitian terhadap 13-oxo-ODA menyebutkan bahwa unsur terkait mungkin dapat menurunkan trigliserida (lemak dalam darah atau lipid).

Jus tomat sangat baik manfaatnya sebagai pengganti terapi sulih hormon yang berefek samping. Menurut studi terhadap para wanita yang disurvei di Jepang, bahwa minum 2 gelas jus tomat dengan takaran 200 ml setiap hari, gejala setelah menopause berkurang 50%, dan khasiatnya akan lebih baik jika minum 3 gelas sehari. Minum jus tomat adalah salah satu cara yang sangat aman dalam mengatasi ketidakseimbangan drastis terhadap fisik wanita pasca menopause.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular