Keterangan gambar Ilustrasi

Oleh: Lin Yan

Sebuah studi terbaru dari ilmuwan Inggris menyebutkan, bahwa bumi memiliki inti besi padat seukuran planet Pluto, yang sudah terbentuk sejak 1 – 1,5 miliar tahun silam. Menurut ilmuwan, bahwa penelitian ini sangat berarti, karena akan mendorong orang-orang untuk mempertimbangkan merevisi teori bumi yang ada sekarang.

Laman “Discovery”(9/10/2015) lalu menyebutkan, bahwa berdasarkan arah maupun intensitas partikel magnetic pada batuan kuno, ilmuwan di University of Liverpool menemukan medan magnet bumi meningkat drastis dalam suatu masa pada 1 – 1.5 miliar tahun silam. Selain itu, bola besi raksasa (yaitu inti) di pusat bumi ini bertambah besar, dan diameter-nya meningkat satu millimeter per tahun.

Melansir laman phys.org (9/10/2015), Andy Biggin, seorang pakar paleomagnetisme (studi tentang medan magnetic purba) dari University of Liverpool, Inggris, yang memimpin studi terkait menuturkan, bahwa dari hasil pengamatan data terkait menjelaskan bahwasannya waktu pembentukan inti bumi padat jauh lebih awal 500 juta tahun dari hasil spekulasi teoritis sebelumnya, lagipula kecepatan perpindahan panas inti bumi ke permukaan (bumi)jauh lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya. Selain itu pengaruh dari inti itu sendiri juga kecil.

“Acuan teori kami paling sesuai dengan data pengamatan yang ada. Kecepatan inti bumi kehilangan panasnya jauh lebih lambat dari masa apa pun sejak 4,5 miliar tahun silam, lagipula arus energi ini memungkinkan medan magent bumi bertahan selama satu miliar tahun atau lebih,” kata Biggin, pakar paleomagnetisme dari University of Liverpool, Inggris.

Teori ilmu bumi saat ini mungkin perlu direvisi.

“Secara keseluruhan, medan magnet akan lebih lama mempertahankan keadaan energi rendah, karena sebagian besar energi itu terbentuk dari panas, dan hasil ini juga mengisyaratkan, jika inti bumi itu terbentuk pada periode akhir, maka suhu intinya secara keseluruhan itu jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya,” ujar Biggin menambahkan.

Menurut teori yang ada, usia bumi sekitar 4,54 miliar tahun, lebih muda 100 juta tahun dari usia matahari. Selama kurun waktu 4,54 miliar tahun itu, ada yang berpendapat bahwa waktu pembentukan inti itu sekitar 500 – 1 miliar tahun lampau. Dan diameter inti dari inti bumi itu sekitar 2.440 kilometer, atau kurang lebih sama dengan diameter Pluto (2.372 km).

“Bagaimanapun, faktanya adalah teori kami mengintegrasikan pengamatan praktis yang menjelaskan bahwa bumi baru membentuk inti-nya sekitar dua pertiga di masa usianya, dan hal ini sekaligus juga memberitahu para ilmuwan bumi sebaiknya mengoreki pemahaman terhadap sejarah bumi,” pungkas Biggin. (joni/rmat)

Studi terkait dipublikasikan dalam jurnal “Nature” 7 Oktober 2015.

Share

Video Popular