Keterangan foto: Biografi Steve Jobs, mantan CEO dan pendiri Apple inc. (Joe Raedle/Getty Images)

Oleh: Lin Shi-yuan

Di Amerika Serikat, rapat yang diadakan setiap hari mencapai 11 juta kali banyaknya. Rapat yang tidak efektif seperti dilansir “Insider Bisnis”, cukup membuat suatu perusahaan mengalami kerugian sekitar 37 miliar dolar AS. Sementara itu, apa yang membuat suatu perusahaan terkemuka itu meraih kesuksesan, keuntungan dan sebagainya. Mungkin rapat atau pertemuan yang diadakan perusahaan-perusahaan yang sukses itu bisa dijadikan referensi, berikut kami rangkum untuk anda rahasia para CEO teknologi yang membuat rapat agar lebih efektif.

Mantan CEO Apple : Sederhana

Di bawah pimpinan Steve Jobs, sesosok orang yang ajaib dalam bidang teknologi membawa Apple Inc hingga mencapai puncak dan menjadi salah satu perusahaan terkemuka di dunia. Ia suka mengadakan “rapat kecil” dengan gaya yang sederhana, ia tidak suka rapat besar dan lama, menurutnya, rapat atau pertemuan seperti itu sangat sulit untuk mencapai hasil yang ringkas dan jelas (tepat sasaran).

CEO Alphabet: Pembuat kebijakan adalah kuncinya

Setelah perubahan besar-besaran di Google, CEO dan co-founder Larry Page menjadi kepala perusahaan induk Alphabet.. Menurutnya, kita tidak harus menunggu rapat atau pertemuan baru membuat keputusan. Agar rapat berjalan lebih efektif, pastikan dalam setiap rapat itu menunjuk seseorang sebagai pengambil keputusan.

CEO Tesla : Persiapan penuh.

CEO Tesla, pendiri sekaligus CEO Space X dan co-founder PayPal, Elon Musk sangat ketat terhadap standar dalam rapat, dan amatlah berbahaya jika direktur tidak siap sepenuhnya dalam rapat terkait.

COO Facebook : Menjalankan agenda rapat secara ketat.

The ‘First Lady Of facebook dan tokoh pengusaha wanita yang terpilih sebagai orang yang “paling berpengaruh di antara 50 tokoh berpengaruh lainnya” oleh majalah “Fortune” selama 6 tahun berturut-turut, Sheryl Sandberg sangat ketat dalam setiap agenda rapatnya, biasanya ia akan membawa notebook dan mencatat semua poin yang akan dibahas serta tindakan yang akan diambil.

CEO Amazon : Selamat Datang konflik dan perdebatan

Jeff Bezos mendidrikan Amazon pada 1994, saat ini, Amazon merupakan salah satu raksasa e-commerce dan perusahaan retail online terbesar di dunia. Jeff Bezos suka mengajukan pandangan dan ide masing-masing karyawan saat rapat internal, kemudian berdebat satu sama lain. Ia tidak suka persepsi kohesi sosial dalam rapat, menurutnya, hal itu akan membuat orang cenderung menemukan konsensus, kemudian merasa baik pada individu masing-masing.

CEO Microsoft : Rapat panjang mingguan

Sejak menjabat sebagai CEO Microsoft, Satya Nadella berkomitmen dalam hal inovasi dan transformasi IT. Windows 10 dan Surface Book, notebook pertamanya, membuat bendera Microsoft berkibar, dan menimbulkan sensasi di pasar. Setiap bulan pada Jumat, Nadella selalu mengadakan rapat panjang selama 8 jam bersama dengan para eksekutifnya, sedangkan rapat pada tiga minggu lainnya berlangsung selama empat jam.

CEO Yahoo : Menanyakan masalah sampai ke akar-akarnya

Marissa Mayer adalah CEO Yahoo dengan nilai pasar sebesar 40 miliar dolar AS. Saat rapat, ia akan secara cermat dan hati-hati memeriksa setiap proposal proyek, dan akan bertanya , “Bagaimana hasil ini dicetuskan? Apa metode dari studi anda? Bagaimana anda menguraikan dan membuktikannya? dan seterusnya?” (joni/rmat)

Share

Video Popular