Ilustrasi (Youtube)

JAKARTA – Kepekatan asap akibat pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan penurunan setelah hujan deras mengguyur pada sejumlah titik sejak Selasa (27/10/2015) di Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. Hujan membuat hotspot di Kalimantan dan Sumatera berkurang.

Laporan tim Pendamping Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Sumatera Selatan menyebutkan,   hujan turun di beberapa wilayah Sumatera Selata, Kamis (29/10/2015). Hujan menguyur wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), dan Kota Palembang.

Menurut BNPB, turunnya hujan membantu operasi pemadaman api dan asap yang dilakukan oleh Satgas Darat dan Udara. Meskipun turun hujan, Satgas Udara telah melakukan pengeboman air. Satgas Udara juga menebar partikel semai di wilayah utara Banyuasin sebanyak 800 kg untuk modifikasi cuaca.

Sementara Bandara Sultan Thaha Syaifudin, Jambi kembali didarati pesawat komersil setelah sekian lama tak beroperasi dikarenakan rendahnya jarak pandang. Pada Kamis kemaren, pesawat Lion Air sudah mendarat di Jambi. Pendaratan ini merupakan yang pertama kalinya setelah Bandara Sultan Thaha dua bulan lumpuh akibat kepekatan kabut asap.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hujan sejak Selasa lalu menyebabkan kepekatan asap berkurang, udara segar, dan jarak pandang menjauh. Berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua pada Rabu lalu pukul 16.00 WIB, hotspot di Sumatera 9 titik (Lampung 3, Sumsel 6) sedangkan di Kalimantan 282 titik (Kalteng 169, Kaltim 86, Kalsel 27).

Hujan telah menyebabkan jarak pandang dan cuaca membaik. Begitu juga indeks kualitas udara (PM10) juga menunjukkan membaik. Jika sebelumnya Riau, Jambi dan Palangkaraya selalu level Berbahaya. Sore ini membaik kualitas udaranya. Di Pekanbaru 184 ugr/m3 tidak sehat,  Jambi 252 sangat tidak sehat, Palembang (alat rusak), Pontianak 44 baik, Banjarbaru 33 baik, Samarinda 30 baik, Palangkaraya 416 berbahaya.

“BMKG memprediksikan seminggu ke depan akan banyak hujan di Sumatera dan Kalimantan. Awan tersedia cukup banyak sehingga hujan buatan akan diintensifikan,” ujarnya. (asr)

Share

Video Popular