Keterangan foto: Laporan PBB menyebutkan rezim Kim Jong-un setiap tahunnya mengirim puluhan ribu buruh ke luar negeri untuk meraih devisa hingga miliaran Dollar AS. (foto internet)

Oleh Xu Jiadong

NBC News mengutip laporkan PBB menginformasikan bahwa pemerintahan Kim Jong-un setiap tahun akan mengirim puluhan ribu warganya ke luar negeri untuk bekerja sebagai buruh, dari mereka meraih devisa sampai USD. 1 miliar. Tetapi para buruh di luar negeri itu dipaksa untuk bekerja melampaui waktu dan kelaparan.

Negara totaliter dan tertutup itu telah mengirim sekitar 50 ribu warganya untuk bekerja di luar negeri, terutama ke Tiongkok dan Rusia sebagai buruh tambang, penebang kayu, buruh pabrik tekstil, kuli bangunan dan sebagainya.

Direktur HRRC untuk ASEAN dan Anggota PBB untuk penyelidikan HAM di Korea Utara, Marzuki Darusman menyampaikan laporan penemuannya kepada Majelis Umum PBB di New York pada 28 Oktober 2015.

Para buruh dipaksa bekerja 20 jam sehari dan kelaparan

Menurut laporan temuan tersebut, negara pemberi kerja rata-rata membayar kepada seorang buruh Korea Utara sekitar USD. 120 – 150 per bulan. Dan uang yang dibayarkan kepada pemerintah Korea Utara jauh lebih besar dari angka tersebut.

Laporan juga menyebutkan bahwa para buruh itu dipaksa bekerja sampai 20 jam sehari Setiap bulannya hanya diijinkan untuk beristirahat 1 – 2 hari. Bila mereka bekerja kurang dari waktu yang sudah ditentukan, maka pendapatan sebulan itu akan menjadi hangus.

Selain itu, mereka juga tidak diberikan makanan yang cukup, bekerja dalam kondisi keselamatan yang buruk dan kecelakaan dalam bekerja tidak dilaporkan kepada pemerintah setempat. Laporan menyebutkan bahwa para buruh itu terus mendapat pengawasan ketat dari petugas keamanan yang juga dikirim dari Korea Utara.

Penempatan kerja umumnya berdasarkan status sosial dari buruh bersangkutan. Makin rendah tingkatannya berarti pekerjaan itu lebih tinggi resiko bahaya dan biasanya membosankan.

HAM Korea Utara terus memburuk

Menurut PBB bahwa Korea Utara setiap tahunnya bisa meraih USD. 1.2 – 2.3 miliar devisa melalui pengiriman buruhnya ke luar negeri untuk bekerja. Ini adalah salah satu cara pemerintah Korea Utara untuk mengelak sanksi internasional.

Meskipun kebanyakan buruh itu dikirim ke Tiongkok dan Rusia, tetapi ada juga yang dikirim ke negara di Afrika, seperti Aljazair dan Nigeria serta Eropa ke Polandia.

Menurut PBB dan Badan pengawas internasional lainnya bahwa Korea Utara terus dituduh secara sistematis melanggar HAM. Sebuah orgaanisasi PBB tahun lalu menyebut tindak kekejaman pemerintah Korea Utara terhadap warganya tidak berbeda dengan kekejaman orang-orang Nazi di masa Perang Dunia II.

Menurut PBB, ratusan ribu warga Korea Utara ditangkap tanpa proses peradilan lalu dijebloskan ke kamp kerja paksa, dirampas kebebasan mereka dan dilakukan lebih dari 100 kali eksekusi setiap tahunnya. (Secretchina/sinatra/rmat)

Share

Video Popular