Jiang Zemin (Getty Images)

Oleh : Ding Lukai

Komunike Sidang Paripurna ke 18 Kongres ke 5 Partai Komunis Tiongkok telah diumumkan pada 29 Oktober 2015. Berisikan antara lain menyetujui usulan komisi untuk merealisasikan Rencana Pembangunan Ekonomi Tigabelas Kali Lima Tahunan (135), menyetujui usulan terdahulu untuk memecat 10 orang tokoh dari keanggotaan PKT termasuk Lin Jihua, Zhou Benshun, Yang Dongliang dan memutuskan untuk mengangkat 3 orang termasuk Liu Xiaokai mengisi kekosongan jabatan di Komite Sentral.

Selain itu, Kongres kelima juga memutuskan untuk mengakhiri kebijakan 1 anak dengan mengatakan keluarga Tiongkok sekarang sudah diperkenankan untuk memiliki 2 orang anak.

Kongres kelima PKT yang diselenggarakan dari 26 – 29 Oktober seolah berlangsung ‘damai-damai’ saja, tidak terjadi perombakan personil dan menelorkan program-program reformasi, misalnya reformasi di bidang militer yang belakangan sering dihembuskan PKT. Banyak masyarakat luar ‘kecewa’ terhadap hasil kongres, meskipun ada juga yang mengatakan:  “Lihat saja nanti setelah ini (Kongres kelima) !”.

Pada hari yang sama, komentator politik yang pro Xi Jinping, Niu Lei menulis dalam artikelnya : “Ditinjau dari program-program untuk membasmi korupsi dan mensukseskan pembangunan ekonomi Tiongkok yang dihasilkan sejak Sidang Paripurna ke 18 hingga Kongres terakhir ini, dapat dikatakan bahwa Xi Jinping telah menyelesaikan sebuah rekonstruksi politik yang dianggap paling penting dalam 20-30 tahun terakhir. Meskipun klimaks sesungguhnya baru akan muncul setelah usainya kongres.”

Padahal sudah diprediksikan oleh khalayak ramai bahwa Xi Jinping akan memanfaatkan Kongres kelima untuk langsung merombak personil di tingkat tinggi demi kelancarannya dalam memimpin. Namun, Niu Lei dalam artikelnya menyebutkan : Dilihat dari informasi  terakhir dapat dipahami bahwa Kongres kelima hanya membahas beberapa perubahan penempatan personil, namun,  perombakan personil tingkat tinggi di beberapa bidang termasuk militer dan politik akan dilakukan sampai tuntas di hari-hari kemudian.

Dengan demikian dapat diartikan bahwa semua perubahan personil tingkat tinggi itu sudah mendapat persetujuan dari peserta Kongres. Hanya saja tidak dicantumkan dalam komunike. Mengapa tidak dicantumkan? mungkin karena terjadi ‘perang’ sewaktu pembahasan sehingga sulit untuk disimpulkan.

Dengan kata lain bahwa ‘perang’ penempatan personil di tingkat tinggi kepemimpinan Tiongkok sudah diam-diam terjadi dalam pembahasan di komisi Kongres kelima PKT. Jadi, siapa lagi yang berani menentang arus melawan Xi Jinping kalau bukan Zhang Dejiang, Liu Yunshan dan Zhang Gaoli yang berkelompok dengan Jiang Zemin ?

Tampaknya ketiga orang yang berkelompok dengan Jiang Zemin tersebut sedang berusaha keras untuk menggolkan Han Zheng, Sekretaris PKT Shanghai untuk menjadi salah satu ketua di Komite Sentral seperti yang diidamkan oleh Jiang Zemin.

Rupanya antara Han Zheng dengan putra sulungnya Jiang, Jiang Mianheng sudah ada perjanjian rahasia sebelumnya. Majalah bulanan Hongkong ‘Sentinel’ edisi Nopember membeberkan : Jiang Mianheng pernah berjanji kepada Han Zheng akan menjamin ia masuk Komite Sentral Politbiro untuk periode berikut bila ia dalam masa jabatannya mampu menyelesaikan sengketa keluarga Jiang. Tampaknya Han Zheng yang bersikap hormat terhadap Xi Jinping diam-diam lebih mematuhi Jiang Zemin.

Xi Jinping jelas tidak bisa mentolerir kepemimpinannya diganggu oleh orang-orang yang tidak seirama. Karena intervensi terhadap kepemimpinan Xi Jinping yang masih terus dilakukan oleh Jiang Zemin, bisa jadi Xi Jinping terpaksa mempercepat penangkapan Jiang Zemin.

Namun karena Jiang Zemin yang juga pernah menjabat Ketua PKT, sehingga ia tidak bisa diperlakukan ‘seenaknya’ dengan alasan adanya ‘norma politik’ PKT. Jadi untuk menangkapnya perlu dirapatkan terlebih dahulu di komite politbiro, perlu ‘disikapi’ juga oleh ketua dan anggota komite politbiro. Menjadi masalah adalah apakah mayoritas ‘sikap’ itu bisa menyetujui penangkapan atau dalam posisi 50-50? bagaimana 3 di antara 7 Ketua Komite yaitu Zhang Dejiang, Liu Yunshan dan Zhang Gaoli yang orangnya Jiang akan bersikap? kira-kira itulah yang sulit  ditebak.

Pada 24 Juni tahun ini, petugas dari Organisasi Internasional untuk Penyidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong (WOIPFG) menyamar sebagai sekretaris kantor Jiang Zemin melakukan investigasi lewat percakapan telepon terhadap Zhang Gaoli yang saat itu sedang melakukan kunjungan kenegaraan di Kazhakstan.

Zhang Gaoli tidak membantah pertanyaan ‘sekretaris kantor Jiang Zemin’ tentang Jiang Zemin-lah orang yang menginstruksikan pengambilan paksa organ hidup dari tubuh praktisi Falun Gong. Zhang Gaoli juga tidak menunjukkan sikap terkejut karena ia tidak mengetahui hal itu.

Tatkala ia diminta oleh ‘sekretaris kantor Jiang Zemin’ untuk membantu melarang pengungkitan masalah pengambilan paksa organ tersebut di setiap rapat politbiro. Zhang Gaoli menjawab dengan nada mantap mengatakan : “Pasti ! Saya pasti akan membantu, minta agar Jiang tidak usah khawatir”.

Sikap Zhang Dejiang dan Liu Yunshan tentu sama dengan sikap Zhang Gaoli. Jadi mereka pasti akan mati-matian mendukung Jiang Zemin, karena bila Jiang jatuh mereka pun ikut rontok. Inilah kendala yang dihadapi rezim Xi untuk menangkap Jiang.

Namun, rezim Xi juga tidak kalah akal menghadapi mereka. Dua hari setelah Zhang Gaoli berjanji untuk ‘membela Jiang’ yakni 26 Juni lalu, rezim Xi Jinping memperkenalkan kebijakan promosi dan dimosi jabatan yang ‘fleksibel’ dengan sebutan’Bisa Naik Bisa Turun’.

Ada media asing mengungkapkan bahwa hanya terdapat beberapa nama pejabat dalam daftar yang dipegang Xi Jinping yang digolongkan ‘Bisa Naik’ tetapi lebih banyak nama pejabat yang ‘Bisa Turun’ termasuk Zhang Gaoli dan anggota politbiro, Menteri Propaganda Tiongkok Liu Qibao dan lainnya.

Sementara itu terdengar berita bahwa Han Zheng yang memiliki latar belakang hubungan erat dengan keluarga Jiang Zemin akan ditarik dari Shanghai untuk mengisi jabatan yang kurang berpengaruh di tempat lain. Bila hal itu nantinya terjadi, maka secara langsung atau tidak Xi Jinping telah melenyapkan lagi ‘harapan’ Jiang Zemin.

Bagaimanapun juga ‘perang’ penempatan personil tingkat tinggi sangat mengganggu kelancaran Xi Jinping dalam menjalankan program pembangunan ekonomi dan usaha-usaha reformasi. Atas alasan itu, rezim Xi Jinping mungkin menganggap perlu untuk segera mengeluarkan perintah penangkapan Jiang Zemin.  Melalui kebijakan promosi dan dimosi jabatan yang ‘Bisa Naik Bisa Turun’ mungkin saja rezim Xi akan membuat ketiga orang wakil Jiang di Komite itu lengser dari jabatan mereka lebih awal. (Epochtimes/Sinatra/asr)

Share

Video Popular