Baru-baru ini, ditemukan superbug atau bakteri super (bakteri kebal antibiotik) di kereta bawah tanah Guangzhou, Tiongkok, yakni methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Dan menurut sumber, bahwa selain methicillin-resistant Staphylococcus aureus, penisillin juga sulit untuk membunuh bakteri ini, infeksi yang disebabkannya dapat menyebabkan kematian, dan ini adalah kasus pertama ditemukannya bakteri super di stasiun kereta bawah tanah di Tiongkok.

Untuk pertama kalinya ditemukan bakteri super di kereta bawah tanah Tiongkok

Sebuah jurnal akademis internasional seperti dilansir media setempat menyebutkan, bahwa sebelumnya Guangdong Pharmaceutical University telah mengumpulkan 320 sampel di tujuh jalur kereta bawah tanah di Guangzhou, Tiongkok, lokasi pengambilan sampel tersebut melibatkan 32 stasiun kereta, di antaranya termasuk di titik lokasi yang sering disentuh penumpang di dalam kereta terkait, misalnya seperti pegangan tangan /sandaran lengan, kursi, loket, eskalator dan sejenisnya.

Hasil tes menemukan bahwa dari total pengambilan sampel terkait, sekitar 60,31% (193 sampel) mengandung bakteri Staphylococcus, dan 8 diantaranya itu mengandung bakteri super, sementara hasil tes positif sekitar 2,5%.

Ahli : Infeksi dapat menyebabkan kematian

Menurut laporan terkait, asisten profesor Yao zhen-jiang yang memipin pemeriksaan tersebut mengatakan, ini merupakan pertama kalinya bakteri super terdeteksi di kereta bawah tanah dalam negeri. Selain methicillin-resistant Staphylococcus aureus, penisillin juga sulit untuk membunuh bakteri ini, infeksi yang disebabkannya dapat menyebabkan kematian.

Para ahli juga mengingatkan, ancaman bakteri super jauh lebih kuat terhadap mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, kereta bawah tanah merupakan salah satu sumber penularan bakteri super, disarankan sebaiknya lakukan kontrol infeksi dan pemantauan yang lebih ketat.

Apa itu bakteri super

Menurut data terkait, ia merupakan bakteri yang kebal terhadap aneka obat, bisa membuat infeksi yang sebelumnya mudah diobati atau disembuhkan itu menjadi sangat rumit. Antibiotik telah kehilangan efek mengekang atau membasmi pengembangbiakan bakteri. Meskipun mereka (bakteri) dikelilingi oleh banyak antibiotik, tapi bakteri ini tetap masih bisa berkembang subur, karena antibiotik tidak berefek apa pun pada mereka.

Sejauh ini, otoritas perkereta-apian Guangzhou belum mengambil langkah-langkah pencegahan terkait bakteri super.

Ahli Inggris mengkritik Tiongkok serampangan menggunakan antibiotik

Pada 26 Maret lalu, laman AFP menyebutkan, bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini di Tiongkok terjadi berbagai penyakit jenis baru termasuk mutasi virus SARS dan Flu Burung. Beberapa ahli mengkritik aturan rumah sakit umum di Tiongkok yang mendorong dokter meresepkan secara sewenang-wenang obat antibiotik, sehingga memperburuk resistensi bakteri penyakit.

Jim O’Neil, mantan direktur Goldman Sachs dan ekonom Inggris yang pernah mengusulkan konsep “BRIC” mengatakan, sampai tahun 2050, kerugian ekonomi Tiongkok akibat bakteri super yang kebal terhadap aneka obat antibiotik itu mungkin bisa mencapai 2 triliun dollar AS, dan besar kemungkinan bakteri jenis ini akan menyebabkan kematian satu juta orang setiap tahun di Tiongkok.

Sebuah studi yang dipublikasikannya pada tahun 2014 lalu menyebutkan, bahwa sampai pada 2050 mendatang, infeksi yang kebal terhadap obat akan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, dan tidak tertutup kemungkinan bisa mencabut 10 juta jiwa manusia setiap tahun, jauh lebih banyak dari 8,2 juta jiwa orang yang meninggal karena rongrongan kanker setiap tahun. Sampai pada tahun 2050 nanti, infeksi yang resisten terhadap obat akan membuat PDB global kehilangan 2% – 3,5% per tahun. (Jhn/Yant)

Share

Video Popular