Keterangan Foto : Tentara dan petugas BPPD Sumatera Selatan turut memadamkan lahan yang terbakar di Sungai Rambutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Jumat, 2 Oktober 2015.  (Ulet Ifansasti/Getty Images)

JAKARTA – Kondisi cuaca di Sumatera dan Kalimantan terus membaik pasca diguyur hujan beberapa hari. Namun demikian, BNPB meningatkan untuk terus waspada pasalnya kondisi kebakaran hutan masih berpeluang terjadi dikarenakan kondisi El Nino masih belum berakhir.

“Semua pihak harus tetap waspada. Potensi karhutla tetap tinggi. El Nino masih kuat,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB‎ di Jakarta, Senin (2/11/2015).

Menurut dia, El Nino akan memberikan dampak berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia, khususnya‎ bagian selatan khatulistiwa. BMKG memperkirakan awal Desember baru mulai musim hujan. Itupun hujannya kemungkinan di bawah normal. Untuk itu kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Jangan lengah, jangan sampai marak lagi pembakaran. Di beberapa tempat api belum padam total.

Pemerintah masih terus mengintensifkan penanganan karhutla, melalui operasi udara, darat, penegakan hukum, pelayanan kesehatan masyarakat dan sosialisasi. Hujan yang terjadi beberapa waktu lalu membuat Hotspot berkurang, jarak pandang menjauh, dan kualitas udara membaik. Bahkan kondisi cuaca di Pekanbaru sepanjang hari cerah berawan dengan jarak pandang 10.000 meter pada Minggu kemaren.

Berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua kondisi hotspot pada Minggu (1/11/2015) pukul 17 Wib, di Sumatera terdeteksi 3 titik, sedangkan di K‎alimantan 155 titik yaitu Kalsel 27, Kalteng 35, Kaltim 92, Kaltara 1.‎  ‎Satelit tidak melintas keseluruhan Sumatera sehingga tidak terdeteksi. Pada pagi hari di Sumatera terdapat 199 titik, dimana di Sumsel 115 titik. ‎‎

Jarak pandang dan cuaca pukul 17 Wib, di Padang 4.000 m berasap, Pekanbaru 10.000 m cerah-berawan, Jambi 4.000 m berawan, Palembang 1.500 m berasap, ‎Pontianak 10.000 m berawan, Ketapang 10.000 m berawan, Palangkaraya 4.000 m guntur-hujan, dan Banjarmasin 7.000 m berawan. Sedangkan Indeks kualitas udara (PM10) di ‎Pekanbaru 64 sedang,  Jambi 62 sedang, Palembang 175 tidak sehat, ‎ Pontianak 15 baik, Banjarbaru 25 baik, Samarinda 25 baik, dan Palangkaraya 184 tidak sehat.‎ (asr)

Share

Video Popular