Keterangan gambar: NASA telah mengkonfirmasi ada kandungan air di Mars( NASA/JPL-Caltech/USGS

Oleh: Lin Yan

Para ilmuwan telah memastikan unsur-unsur dasar di ruang antar planet di alam semesta itu terdiri dari karbon, nitrogen, oksigen dan atom, unsur-unsur ini selanjutnya membentuk komponen atom dasar kehidupan kita. Dengan demikian, unsur-unsur ini sudah ada miliaran tahun di galaksi alam semesta. Lantas apakah unsur-unsur yang membentuk kehidupan di bumi ini terus secara kontinyu membentuk awan gas, bintang, planet dan materi lainnya, bahkan membentuk berbagai kehidupan?

Menurut laporan “Insider Bisnis” baru-baru ini, jawabannya adalah ya. Pertanyaannya sekarang sudah bukan lagi “Apakah ada kehidupan di luar bumi ?” melainkan “Apakah kita akan menemukannya?”

Dalam beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan telah menemukan banyak bukti yang tak terbantahkan, menegaskan adanya kehidupan di luar bumi. Di antaranya yang paling banyak adalah bukti pengamatan dari Mars.

Laporan terkait menyebutkan, bahwa NASA telah memastikan bahwasannya di Mars pernah menjadi planet yang kaya dengan kandungan air, bahkan sampai sekarang masih ada air yang mengalir. Selain Mars, masih banyak planet lain dalam sistem tata surya mengandung air atau es padat, atau bentuk samudera bawah tanah, dan di luar tata surya juga terdapat planet yang cocok dan layak huni bagi kehidupan.

Hingga detik ini, masih ada kandungan air di planet merah, Mars

Keterangan gambar: Adanya perubahan musim di planet Mars, hal itu disebabkan oleh air garam cair (perhatikan garis-garis gelap pada gambar tersebut di atas itu meningkat drastic, demikian NASA menegaskan(Video screenshot NASA

Pada 13 Oktober lalu, ilmuwan di University of Pennsylvania, AS, menganalisis batu kerikil di Mars, dan menilai bahwa masa atau waktu dari keberadaan air di planet merah tersebut setidaknya ada 500 juta tahun lamanya, dan menduga di planet Mars kuno itu terdapat lingkungan lingkungan air, dimana kondisinya sangat mirip dengan Bumi saat ini. Bahkan ilmuwan berspekulasi bahwa pada 4,5 miliar tahun silam, seperlima area Mars ditutupi oleh samudera sedalam 450 kaki (137 meter).

Keterangan gambar: Ilmuwan menduga kawah Gale pernah menjadi danau di masa lalu Mars. Sedimen dan tanda-tanda erosi menunjukkan bahwa danau kuno di Planet Merah tersebut pernah digenangi air untuk setidaknya selama 100 sampai 10.000 tahun, cukup untuk mendukung keberlansungan hidup. (video screenshot)

Namun, hanya dengan adanya kandungan air saja tidak cukup untuk mendukung kehidupan, kandungan air perlu eksis dalam jangka panjang. Dan hal ini juga telah dikonfirmasi oleh NASA dari hasil pengamatan yang diumumkan pada 28 September lalu. Di atas planet Mars terdapat air garam mengikuti perubahan musim.

Keterangan gambar: Kerikil batuan di Mars sangat mirip dengan karakteristik batuan yang terdapat di sungai-sungai di Bumi. (Wikipedia)

Air di Europa jauh lebih banyak dari Bumi

Keterangan gambar: Eropa memiliki fenomena pergerakan lempeng aktif seperti Bumi (NASA/JPL/University of Arizona

Dari atas Eropa (satelit keenam dari planet Jupiter, ditemukan pada tahun 1610 oleh Galileo Galilei) tampak jelas garis-garis cokelat memenuhi segenap planet. Ilmuwan menduga itu adalah bekas pembentukan air kotor dan hangat, selain itu, air yang terkandung di Eropa jauh lebih banyak dari air yang ada di Bumi.

Samudera bawah tanah di Enceladus

Keterangan gambar: Ilustrasi semburan materi organik di kutub selatan Enceladus(NASA/JPL-Caltech

Di bawah kerak Enceladus terdapat samudera bawah tanah maha luas, dan tidak tertutup kemungkinan juga mengandung air panas yang dihasilkan panas bumi, karena itu, kemungkinan mengandung kehidupan di sana.

Bentuk kehidupan yang berbeda di Titan.
Keterangan gambar: Topografi Titan yang serba kompleks(NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute

Titan merupakan sebuah planet yang dingin, tetapi juga memiliki sungai, hujan, laut dan atmosfer. Maret 2015 lalu, kimiawan James Stevenson dan rekannya dari Cornell University, AS, memperkirakan bahwa di Titan bisa bertahan hidup dalam bentuk kehidupan “azotosome” (kehidupan berbasis metana) yang sepenuhnya tidak sama dengan bentuk kehidupan di bumi.

Asteroid dan komet menyebarkan kehidupan

Keterangan gambar: komet 67P(wikipedia

Asteroid dan komet adalah kunci utama yang membentuk kehidupan di bumi, terutama komet, bisa membentuk asam amino menjadi materi dasar kehidupan. Dan berdasarkan tingkat pemahaman terhadap pembentukan bintang, tata surya lain mungkin sedang mengalami hal seperti ini. (joni/rmat)

BERSAMBUNG

 

 

Share

Video Popular