Keterangan foto: Poster perekrutan kaum perempuan untuk bergabung dengan Angkatan Laut AS di Perang Dunia I (wikipedia)

Oleh: Mu Chunxiao

Setiap awal bulan Angkatan Laut akan membagi-bagikan pekerjaan, pada dasarnya sudah diselesaikan pada tanggal 10 setiap bulannya, yang tidak menemukan pekerjaan oleh berbagai macam sebab harus menunggu bulan berikutnya. Kuota dibagikan pada setiap stasiun perekrutan, juga ditentukan jumlah pria dan wanitanya, mungkin bertujuan untuk mengatur perbandingan jumlah pria dan wanita. Serdadu wanita dalam Angkatan Laut berjumlah 19%. Pada 2014 kuota Angkatan Laut berkurang 8000 personel dibandingankan dengan tahun sebelumnya, maka pekerjaan juga tidak sebanyak dahulu.

Sama seperti ujian dan pemeriksaan kesehatan, bapak Zhu mengendarai mobil membawaku ke pangkalan di San Fransisco – South Bay, setiba di rumah sakit, menjalani security check dan sidik jari yang sudah tak asing lagi. Baru saja saya akan berbicara dengan bapak Zhu, di panggung depan segera ada yang memutus pembicaraan kami: di sini hanya boleh berbicara dengan bahasa Inggris. Amerika tidak memiliki bahasa official, namun di dalam Angkatan Laut hanya diizinkan berbicara dalam bahasa Inggris. Pemeriksaan kesehatan saya yang lalu sudah lebih dari 3 bulan, sebab itu harus mengulang sekali lagi. YaTuhan, sudah berapa kali saya lakukan pemeriksaan kesehatan?

Pemeriksaan kesehatan sudah selesai, sudah waktunya memilih pekerjaan? Ternyata tidak, masih ada yang harus dikerjakan. Harus menandatangani sebuah perjanjian terlebih dahulu yakni: Tidak boleh ada hubungan pribadi dengan pejabat rekrutmen, tidak diizinkan mengundangnya untuk mengadakan pertemuan sendirian dan lain-lain, terlebih tidak boleh ada hubungan seksual.

Di dalam hal ini Angkatan Bersenjata Amerika sangatlah ketat, kemudian saya belajar di Sekolah A, sebelum malam minggu panjang menjelang Hari Kemerdekaan Amerika, juga mesti menandatangani persetujuan serupa, tidak boleh bepergian bersama sang guru, tidak boleh tinggal bersama dan lain-lain. Tentu saja hal demikian dapat dikatakan merupakan formalitas, namun pada masa liburan di luar pangkalan jika benar-benar ditemukan melakukan hal tersebut, hukumannya juga serius.

Prajurit baru setelah lulus dari pusat pelatihan, tidak boleh berhubungan ataupun berteman dengan pejabat pusat pelatihan. Ketika lulus dari sekolah A, sekolah masih mengadakan survey dengan kuesioner untuk memberikan nilai bagi kantin, rumahsakit, klinik gigi dan para pejabat pengajar, bahkan bertindak begitu jauh dengan menanyakan, apakah Anda mempunyai hubungan dengan pejabat rekrutmen Anda? Saya memilih ‘ya’.

Maka muncullah suatu pertanyaan lagi, Anda dengan dia mempunyai hubungan pekerjaan atau hubungan pribadi. Saya memilih “hubungan pekerjaan”. Barulah dianggap lulus, tidak lagi muncul lebih banyak kotak pertanyaan. Saya pikir, bila “hubungan pribadi”, akibatnya akan sangat berat. Karena saat itu, setidaknya Anda sudah menandatangani dua persetujuan untuk tidak mempunyai hubungan pribadi dengan pejabat rekrutmen dan guru, kalau tidak dipenuhi akan merupakan pelanggaran ketentuan.

Namun demikian, akhirnya boleh memilih pekerjaan. Petugas setelah beberapa kali memeriksa di layar komputer, memberitahu saya, sudah tidak ada lagi pekerjaan. Apa? Benarkah? Harus menunggu bulan depan? Tidak ada mengapa,masih membiarkan kami kembali, ataukah kami datang terlambat? Saya was-was dalam hati.

Di jalanan kembali ke San Fransisco, bapak Zhu pegang kemudi, bapak He pejabat rekrutmen duduk sebagai co-pilot, setelah mengalami liku-liku dalam beberapa bulan, saya sudah agak akrab dengan para pejabat rekrutmen di kantor rekrutmen San Fransisco. Saya menghela napas panjang dan berkata, semoga bulan ini dapat menyelesaikan masalah pekerjaan. Bapak He berkata, paling baik hari ini sudah dapat diselesaikan. Mungkin cara bicara para pejabat rekrutmen memang begitu, suka membuat orang lain optimis.

Kembali ke tempat tinggal, ketika saya sedang membasuh muka, telpon berdering, terbaca adalah nama pejabat rekrutmen, langsung merasa merupakan kabar baik. Bapak Zhu berkata, ada lagi pemberitahuan mengenai pekerjaan, saya akan datang menjemput Anda, kami kembali lagi ke South Bay untuk memilih pekerjaan. Perkataan bapak He ternyata benar. Di dalam perjalanan menuju South Bay seorang penjabat rekrutmen berkata, ada pekerjaan, mengapa tidak tadi-tadi membiarkan kami memilih.

Para petugas bersikap baik, setelah menanyakan nama dan tanggal lahir saya, ia menyodorkan berkas dokumen, bukan, ini bukan data saya, hari lahirnya tidak benar. Orang disampingnya yang terlihat lebih berpengalaman menemukan data saya dan menyerahkannya. Akhirnya kami menandatangani kontrak. (pur/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular