Keterangan foto: Pemerintah Maladewa mengumumkan keadaan darurat selama 30 hari. Gambar menunjukkan Presiden Abdulla Tameen sedang berpidato. (HO/Maldives Presidency/AFP)

Oleh Chen Cunjun

Maladewa, sebuah negara kepulauan yang berada di Samudra Hindia pada Rabu (4/11/2015) mengumumkan negara dalam keadaan darurat selama 30 hari sehubungan ancaman keamanan.

Juru bicara kepresidenan Muaz Ali melalui Twitter menyatakan Maladewa mengumumkan negara dalam keadaan darurat selama 30 hari yang dimulai pada Rabu (4/11/2015) pukul 12 siang(waktu setempat).

Menteri Dalam Negeri Maladewa Umar Naseer juga telah membenarkan berita itu. Kerusuhan politik di Maladewa masih berlangsung sejak beberapa pekan lalu. Televisi pemerintah negara dalam minggu kedua bulan lalu mengatakan bahwa Wakil Presiden Maladewa Ahmed Adeeb sudah tertangkap karena terlibat pembunuhan Presiden Abdulla Yameen, ia juga didakwa dengan pengkhianatan terhadap negara.

Seorang pejabat diplomat senior Maladewa bersama keempat orang warga Maladewa yang diduga terlibat kasus tersebut, tak lama setelah kejadian ditangkap pihak berwenang Malaysia kemudian dideportasi.

Menurut sumber pemerintah bahwa setelah pihak berwenang menemukan senjata dan bahan peledak di ibukota Male serta beberapa tempat berbeda, pemerintah mengumumkan negara dalam keadaan darurat dan memberi wewenang kepada pihak keamanan Maladewa untuk menangkap orang yang dicurigai.

Dikatakan oleh sumber tersebut bahwa sebagian dari senjata yang ditemukan itu diketahui dimiliki oleh regu Keamanan Maladewa. Saat ini pihak berwenang sedang menyelidiki siapa yang terlibat menyembunyikan senjata serta bahan peledak dan bagaimana itu bisa keluar dari gudang persenjataan militer.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa dengan adanya kasus tersebut maka beberapa ketentuan konstitusi yang rencana ditetapkan akan mengalami penundaan untuk memudahkan pihak berwenang dalam penangkapan orang yang dicurigai, termasuk mencegah anggota parlemen untuk mendesak mundur Yameen.

Maladewa dengan jumlah penduduk yang kurang dari 400.000 jiwa itu memiliki luas sekitar 298 Km persegi, dan lebih dari 1/3 penduduknya menghuni Pulau Male, pulau terbesar di negara kepulauan itu. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular