Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Batam (batamindoindustrial.com)

BATAM – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani melakukan kunjungan kerja ke Batam, Kepulauan Riau, Rabu (4/11/2015). Kunjungan ini dalam rangka berdialog dengan investor di Batam terkait iklim investasi di Batam. Dalam kesempatan tersebut, 21 perusahaan, tiga perwakilan asosiasi dan pengusaha serta perwakilan kawasan industri hadir dan menyampaikan pandangannya terkait iklim investasi secara umum di Indonesia, serta secara khusus di Batam.

Franky mengatakan pihaknya yang ditemui adalah dari kalangan perusahaan, Walikota dan perwakilan asosiasi. “Sebagian besar menyampaikan persoalan mengenai ketenagakerjaan dan dua perusahaan menyampaikan rencana perluasan mereka,” ujar Franky bersamaan Dialog Investasi “Geliat Investasi: Sektor Industri di Batam” yang diselenggarakan di Auditorium Kawasan Industri Batamindo, Batam, Kepulauan Riau.

Dalam dialog tersebut Kepala BKPM menjelaskan kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang investasi kepada perusahaan-perusahaan di Batam sekaligus mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh industri-industri di Batam. Ia menuturkan, ada perusahaan yang mengeluhkan tentang maraknya demo buruh yang terjadi. Sebenarnya, lanjut Franky, hal ini bisa diatasi dengan paket kebijakan ekonomi yang memberikan kepastian terkait pengupahan.

Menurut Franky, dalam kegiatan tersebut bahwa kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah selain mengundang investasi-investasi baru masuk ke Indonesia khususnya ke wilayah Batam, namun juga yang tidak kalah pentingnya adalah investasi-investasi yang ada tetap dapat tumbuh dan berkembang untuk dapat meningkatkan kapasitasnya di Indonesia baik di Pulau Batam sendiri maupun ke luar Pulau Batam.

“Acara seperti ini sangat penting bagi perkembangan investasi. Acara ini juga dihadiri oleh Badan Pengusahaan Batam dan Pemerintah Kota Batam. Dengan demikian diharapkan masalah-masalah perusahaan yang ada saat ini dapat dikoordinasikan dengan baik penyelesaiannya baik oleh Pemerintah Kota Batam, Badan Pengelola Kawasan dan Pemerintah Pusat sesuai kewenangannya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa perwakilan perusahaan serta asoasiasi pengusaha mengapresiasi acara yang dilaksanakan oleh Kepala BKPM dan berharap acara seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala. Dalam periode Januari – September 2015 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2014 realisasi investasi di Batam mengalami peningkatan hampir dua kali lipat untuk total PMA dan PMDN sebesar Rp4,7 Triliun atau mengalami peningkatan sebesar 99,6 % dari Rp2,3 triliun. Total realisasi investasi untuk sektor industri PMA dan PMDN di Batam sebesar Rp2,63 triliun, yang merupakan 55,9% dari total realisasi investasi di Batam dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia untuk sektor industri sebesar 6.610 orang.

Realisasi PMA berdasarkan asal negara (5 besar) di Batam untuk periode Januari – September Tahun 2015 adalah Hongkong (US$0,10 miliar); Singapura (US$0,07 miliar); Jepang (US$0,05 miliar); Malaysia (US$0,01 miliar); dan Amerika Serikat (US$0,01 miliar). Berdasarkan data tersebut bahwa investasi yang berasal dari negara-negara Asia masih mendominasi investasi di Batam. (asr)

Share

Video Popular