Keterangan foto: Justin Trudeau bersama keluarganya menuju Redeau Hall untuk menghadiri pelantikannya sebagai Perdana Menteri Canada yang baru pada 4 Nopember. (Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP)  

Oleh Zhou Xing

Justin Trudeau pada Rabu (4/10/2015) dilantik sebagai Perdana Menteri Kanada ke 23. Pemerintahan Kanada yang baru ini memiliki 30 orang anggota kabinet yang terdiri dari 15 orang wanita dan kebanyakan dari mereka merupakan wajah-wajah baru di pemerintahan.

Gubernur Jenderal Kanada David Lloyd Johnston memimpin upacara pelantikan itu yang disiarkan melalui televisi. Pelantikan ini untuk pertama kalinya dilakukan terbuka bagi masyarakat.

Justin Trudeau mengatakan anggota kabinetnya yang separo laki separo perempuan baru pertama terjadi di Kanada. Pemerintah dalam waktu yang tidak lama untuk memenuhi janjinya dalam kampanye, termasuk mendukung kelas menengah dan investor untuk menciptakan peluang usaha dan lainnya.

“Kita akan mematuhi standar etika tertinggi, secara berhati-hati untuk memberdayakan sumber dana masyarakat,” kata Justin.

Lebih dari separo menterinya adalah politisi baru

Trudeau yang sekarang berusia 43 tahun memimpin kemenangan Partai Liberal Kanada dalam pemilihan di parlemen bulan lalu. Memenangkan 184 kursi. Dalam kampanyenya, Justin Trudeau berjanji akan membawa perubahan bagi Kanada bila ia terpilih. Ia menetapkan sebuah kabiner yang memiliki anggota paling sedikit selama ini dan kebanyakan dari mereka termasuk orang-orang baru di dunia politik.

Dari 30 orang menteri dalam kabinetnya, anggota parlemen Ontario menyumbang 10 kursi. Quebec menyumbang 6 kursi. Dari seluruh 10 propinsi dan daerah masing-masing memiliki perwakilan dalam kabinet. Ketiga daerah istimewa untuk penduduk pribumi juga memiliki 1 orang perwakilan.

Setelah pelantikan Justin Trudeau berencana untuk menghadiri serangkaian pertemuan internasional, termasuk KTT G20 di Turki, Konferensi perubahan iklim di Paris, KTT APEC di Filipina, KTT Persemakmuran Inggris di Malta dan lainnya.

Trudeau menekankan kebijakan luar negeri yang membela HAM

Saat ditanya soal bagaimana menghadapi isu-isu HAM dalam hubungan bilateral dengan Tiongkok, Trudeau mengatakan bahwa pemerintah Canada berharap untuk melindungi kepentingan Kanada di arena internasional.

“Ini berarti pentingnya untuk mempromosikan nilai-nilai kita dan membela hak asasi manusia,” katanya.

Tetapi juga untuk meningkatkan peluang ekonomi dan pembangunan bagi semua pihak.

“Menciptakan masa depan bukan hanya yang diharapkan oleh masyarakat Kanada saja tetapi jua dunia,” tambahnya.

Justin Trudeau berjanji akan mempertanyakan masalah HAM kepada pihak berwenang Tiongkok di KTT APEC Manila dan mendesak Tiongkok untuk meningkatkan hak asasi manusia.

Ketika ditanya soal apakah kebijakan luar negeri mampu membantu Tiongkok meningkatkan HAM, Trudeau mengatakan, “Tentu saja, saya pikir Kanada memiliki banyak kesempatan yang bisa dikontribusikan kepada negara lain. Apakah itu menyangkut manajemen pemerintahan yang lebih baik atau diversifikasi budayanya”.

Ia menggambarkan nilai Kanada sebagai nilai-nilai universal yang diakui kebanyakan masyarakat dunia. (sinatra/rmat)

 

Share

Video Popular