Keterangan foto: Janet Yellen dalam pertemuan dengar pendapat dengan Komisi Keuangan DPR AS di Washington pada 4 November 2015 mengatakan suku bunga AS ‘sangat mungkin’ dinaikkan pada bulan Desember. (Chip Somodevilla/Getty Images)

Oleh Su Hui

Ketua Dewan Federal Reserve Janet Yellen pada Rabu (4/11/2015) dalam pertemuan dengar pendapat tentang reformasi dan pengawasan perbankan AS dengan Komisi Keuangan DPR AS di Washington mengatakan bahwa, ekonomi AS saat ini sedang berjalan baik, dengan demikian, keputusan untuk menaikan suku bunga AS sangat mungkin dilakukan the Fed melalui sidangnya pada bulan depan.

Dalam pertemuan itu Yellen mengatakan bahwa jika pertumbuhan ekonomi AS dalam 6 minggu ke depan dapat mencapai yang ditargetkan, maka pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diadakan pada 15 – 16 Desember 2015 mendatang itu sangat mungkin untuk meninjau kenaikan suku bunga. Meskipun ia juga menegaskan, “Sampai saat ini kita sama sekali tidak membuat keputusan tentang hal itu (kenaikan)”.

Ucapan Yellen itu dianggap sebagai untuk memenuhi janjinya pada pekan lalu yang menyebutkan bahwa the Fed akan mengambil tindakan bilama ekonomi AS dan pasar tenaga kerja terus membaik. Sejak krisis moneter tahun 2008 hingga sekarang, the Fed terus mempertahankan suku bunga yang mendekati 0%.

Yellen dalam laporan pengawasan regulasi keuangan semi tahunan pertama menjelaskan, meskipun Produk Domestik Bruto AS kuartal ketiga hanya mengalami pertumbuhan 1.5%, pertumbuhan lapangan kerja melamban, tetapi hal ini sebagian besar disebabkan oleh menguatnya nilai Dollar AS yang mengakibatkan menurunnya ekspor. Sementara untuk belanja konsumen yang merupakan 2/3 bagian dari pendorong lajunya ekonomi, sedang tumbuh pada kecepatan yang sehat.

“Dari sisi ini saya melihat bahwa perekonomian AS sedang berjalan dengan baik dan konsumsi domestik AS menunjukkan pertumbuhan yang nyata,” kata Janet Yellen kepada anggota Komisi Keuangan DPR AS.

Kenaikan suku bunga lebih baik cepat daripada lambat karena ia bisa membantu the Fed mengontrol suku bunga yang naik perlahan-lahan, demikian Yellen menegaskan. Ini berarti bahwa setelah suku bunga dinaikkan, Yellen akan mengadopsi rencana kenaikan yang progresif untuk menghindari terdorong naiknya suku bunga hipotek yang dapat menghambat pertumbuhan pasar perumahan.

Dalam mengomentari salah seorang anggota the Fed, Lael Brainard yang baru-baru ini mengucapkan bahwa suku bunga AS belum layak untuk dinaikkan sementara inflasi AS masih di bawah 2 %, Yellen dalam pertemuan dengar pendapat itu mengatakan, dengan membaiknya pasar tenaga kerja, the Fed percaya bahwa inflasi AS akan kembali menempati angka 2, the Fed menganggap inflasi rendah saat ini sebagian besar disebabkan oleh dampak dari menguatnya nilai Dollar AS dan rendahnya harga minyak dunia.

Menyangkut regulasi keuangan ia mengatakan, meskipun Bank-Bank besar AS dalam beberapa tahun setelah krisis moneter 2008 sudah memenuhi ketentuan permodalan dan likuiditas yang digariskan, sehingga bisa beroperasi lebih stabil. The Fed pun telah menguji kemampuan perbankan dalam mengatasi gejolak pasar. Tetapi beberapa Bank besar itu masih harus berkutat dengan masalah kepatuhan dan manajemen resiko, sehingga melemahkan kemampuan mereka dalam manajemen resiko dan pengendaliannya, Yang ditakuti adalah mungkin saja suatu ketika nanti jadi penyebab guncangan moneter. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular