Keterangan gambar: Perjalanan ke Mars akan melintasi tiga tahapan, di saat manusia akan migrasi ke tempat yang lebih jauh dari Bumi, maka setiap tahapan yang dijalani itu menyiratkan tantangan yang terus bertambah. (Sumber: NASA)

Menurut laporan, bahwa setelah mengumumkan bukti yang “kuat” terkait ditemukannya aktivitas air di permukaan Mars bulan lalu, pihak NASA pada 8 Oktober lalu merilis sebuah program untuk pendaratan manusia di Mars. Laporan sepanjang 36 halaman terkait pelaksanaan pendaratan Mars itu dibagi 3 tahap, dan mengatakan bahwa meskipun banyak tantangan, tetapi semua itu “dapat diatasi.”

Laporan terkait tidak menetapkan secara konkret tanggal pendaratan di Mars, namun, direktur NASA Charles Bolden mengatakan dalam sebuah pernyataannya, bahwa Amerika Serikat “hampir dipastikan akan membawa astronot Amerika ke planet Mars daripada masa apa pun dalam sejarah”.

Pihak NASA mengaku pendaratan ke Mars akan menghadapi banyak tantangan, dan tantangan yang paling utama adalah tugas jangka panjang hingga 1.100 hari, untuk menjamin keamanan personil”. Di bawah lingkungan radiasi tinggi jangka panjang, astronot yang menuju ke Mars mungkin akan menghadapi risiko terkait kanker, osteoporosis, dan sistem kekebalan tubuh atau risiko lainnya.

Meskipun banyak tantangan, tapi NASA mengatakan bahwa masalah-masalah itu “bisa diatasi”, dan tekad terkait program pendaratan ke Mars itu akan tetap diwujudkan.

“Hidup dan bekerja di ruang angkasa harus menerima risiko, dan risiko perjalanan ke Mars itu juga layak dihadapi,” planet Mars adalah sebuah tujuan yang dapat dicapai, demikian kata laporan itu.

Bagaimana NASA menempatkan manusia di Mars?

Dikutip dari laman “Daily Mail” Inggris, sejauh ini, manusia mungkin hanya bisa ke Mars seperti dalam film fiksi “the Martian”, namun, target NASA sekarang adalah mengirim manusia ke planet merah Mars tersebut pada tahun 2030-an abad ini.

Keterangan gambar: Paster film fiksi ilmiah “The Martian”. (Internet foto)

Dalam sebuah misi bertema “Journey to Mars : merintis langkah selanjutnya mengeksplorasi ruang angkasa”, NASA telah mempersiapkan sebuah program tiga tahapan yang ambisius.

Laporan terkait menyebutkan, dalam perjalanan ini akan melintasi tiga tahapan, di saat manusia migrasi ke tempat yang lebih jauh dari Bumi, maka setiap tahapan itu menyiratkan tantangan yang terus bertambah (sulit).

Keterangan gambar: NASA telah mempersiapkan program tiga tahapan perjalanan ke Mars. (Sumber: NASA)

William Gerstenmaier, administrator “Human Exploration and Operations at Nasa Headquarters” atau asosiasi untuk Eksplorasi Manusia dan Operasi di kantor pusat NASA mengatakan: “Strategi NASA termasuk : kemampuan untuk penelitian dan pengembangan terbaru perjalanan ke Mars, dan rancangan untuk dapat bertahan hidup secara berkelanjutan di ruang angkasa bagi umat manusia di masa mendatang. Dan ini memerlukan sebuah kerangka yang fleksibel, selain itu juga perlu mempertimbangkan perubahan anggaran, hal-hal (politik) yang perlu diprioritaskan, temuan ilmiah baru, terobosan teknologi, dan terus mengembangkan kemitraan dan sebagainya, tapi grafik strategi ini menggambarkan satu target ekstrim tinggi.

Langkah pertama mengirim para astronot ke Mars, dengan jarak sekitar 33,9 juta mil (54,6 juta kilometer) dari Bumi disebutkan sudah berlangsung. Langkah tersebut ialah dengan menempatkan astronot dan kosmonot Rusia menghuni kapal Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama satu tahun. Fase yang disebut earth reliant itu bertujuan untuk mengumpulkan data tentang kondisi tubuh dan pikiran mereka selama berada di ruang angkasa dalam jangka waktu lama.

Sejumlah teknologi juga sedang diuji di stasiun ruang angkasa internasional, misalnya, membuat komponen dengan printer 3D, untuk memudahkan penggantian komponen yang rusak di planet merah di masa mendatang.

Target kami tidak haya sebatas pada satu tujuan, kami berusaha agar orang-orang bisa hidup, kerja dan belajar untuk bertahan hidup di daerah setempat selain bumi dengan aman dalam jangka waktu yang lama,” demikian kata laporan terkait menambahkan.

Sementara itu, dalam satu dekade ke depan, pihak NASA akan meluncurkan serangkaian misi navigasi ruang atmosfer dalam, di antaranya termasuk “Asteroid Redirect Mission”, misi ini akan menguji teknologi yang membawa banyak beban ke Mars. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular