Keterangan foto: Seorang ibu hamil Tiongkok di depan salah satu Pusat Perawatan Bersalin. (Federic J. Brown/AFP)

Oleh Wu Ing

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak keluarga kaya Tiongkok untuk memudahkan generasi berikutnya memperoleh kewarganegaraan AS, mengirim istri mereka yang sedang hamil ke Amerika untuk melahirkan bayi ‘penentu sauh’ mereka. Kedatangan rombongan ibu-ibu hamil Tiongkok di Amerika tentu juga menyebabkan berbagai masalah bagi pemerintah Amerika. Karena itu, sering juga dijumpai petugas-petugas FBI melakukan penggerebekan di Pusat-Pusat Perawatan Bersalin yang belakangan berdiri menjamur di AS. Bahkan presiden pun mengusulkan agar mengubah ketentuan konstitusi yang berkaitan dengan hak otomatis menjadi warganegara karena kelahiran. Meskipun demikian, kelompok ibu hamil itu banyak berkontribusi terhadap perekonomian AS.

Wall Street Journal pada 4 November 2015 melaporkan, menurut data yang disampaikan oleh Center of Immigration Studies bahwa setiap tahunnya ada sekitar 40.000 ibu hamil warga asing yang menggunakan visa turis masuk ke Amerika untuk melahirkan anak mereka. Sebagian dari mereka itu berasal dari Tiongkok. Kelompok ibu hamil memanfaatkan ‘pariwisata bersalin’ selain mencerminkan kemakmuran masyarakat Tiongkok, tetapi sekaligus menyoroti adanya kekhawatiran masyarakat terhadap masa depan ekonomi Tiongkok yang tidak pasti.

Menciptakan peluang bisnis sekiitar USD. 1 miliar setiap tahunnya

Artikel itu menyebutkan bahwa sesuai data dari Departemen Perdagangan AS pendapatan pariwisata pemerintah Amerika dari 2.2 juta turis asal Tiongkok tahun lalu sudah mencapai USD. 24 miliar. Selain itu, jumlah konsumsi per kapita turis Tiongkok di Amerika adalah yang tertinggi dan sebagian dari itu merupakan kontribusi dari ibu-ibu hamil asal Tiongkok tersebut.

Karena kurangnya data statistik yang tepat sehingga sulit untuk mengetahui sejauh apa kontribusi ibu-ibu hamil Tiongkok itu terhadap ekonomi AS secara keseluruhan. Tetapi yang pasti adalah ibu-ibu hamil itu membawa keuntungan besar bagi ekonomi lokal pantai barat Amerika khususnya California.

Artikel mengatakan bahwa ibu-ibu hamil asal Tiongkok itu setelah tiba di AS, biasanya lebih suka memilih tinggal di daerah perumahan eksklusif, membeli barang-barang mewah dan memilih rumah sakit swasta yang mahal. Hasil penelitian Dosen Universitas California, Riverside, Karthick Ramakrishnan menemukan, untuk keperluan melahirkan anak di AS, ibu-ibu hamil itu setiap tahunnya menghabiskan dana sekitar USD. 1 miliar, ini belum termasuk biaya untuk makan, berbelanja barang mewah.

Mengunjungi toko kelas atas dan membayar tanpa ‘berkedip’

Suatu ketika di hari Minggu beberapa waktu lalu, toko-toko penjual barang bermerek seperti Chanel, Dior, Armani dan lainnya yang berlokasi di South Coast Plaza, Coast Mesa, California mendapat kunjungan dari sejumlah ibu-ibu hamil berkulit kuning yang berbicara dalam bahasa Mandarin, fenomena seperti ini sudah tak asing lagi bagi warga sekitar dan jumlah mereka biasa jauh lebih banyak dari pembeli berwarna kulit lainnya.

Seorang petugas penjual toko merk kelas atas COACH yang bisa berbahasa Mandarin kepada reporter Epoch Times mengatakan, ibu-ibu hamil itu begitu melihat barang yang ia sukai akan langsung diambil, dan kadang mengambil lebih dari satu. Tidak perduli berapa harganya pokoknya dibayar tanpa ‘mata berkedip’. Untuk melayani mereka yang sering datangnya berbondong-bondong, toko COACH mempekerjakan 6 pegawai penjual dengan 3 diantaranya yang mampu berbahasa Mandarin.

Selain itu, ibu-ibu hamil itu memilih bersalin di rumah sakit swasta yang harganya memang mahal. Seperti Rumah Sakit Bersalin Hoag Hospital di Newport Beach, biaya untuk persalinan biasa adalah USD. 7.500 dan operasi caesar perlu USD. 10.500, ini belum termasuk biaya untuk perawatan kesehatan akibat komplikasi dari kehamilan.

Pada awal Maret tahun ini, petugas FBI melakukan penggerebekan terhadap Pusat Perawatan Bersalin di berbagai tempat di California Selatan. Penggerebekan bertujuan untuk mengetahui apakah ada yang terlibat penggunaan visa palsu, penggelapan pajak, pencucian uang dan kejahatan lainnya. FBI memperkirakan bahwa setiap ibu hamil Tiongkok yang bermaksud melahirkan anaknya di Tiongkok menghabiskan dana antara 40.000 hingga 80.000 untuk memperoleh pelayanan perawatan, termasuk tempat tinggal, transport pulang pergi ke rumah sakit, biaya untuk mengurus paspor AS bagi bayinya.

Melahirkan anak di AS tidak termasuk perbuatan jahat tetapi menipu akan terkena sanksi hukuman

Mantan pengacara urusan imigrasi dari FBI, Carl Shusterman mengatakan, meskipun Pusat-Pusat Perawatan Bersalin itu bisa terkena sanksi, tetapi ibu-ibu hamil, dokter dan rumah sakit bersalin akan terbebas dari tuntutan hukum, karena warga asing yang datang ke AS untuk berwisata kemudian melahirkan anak itu sah-sah saja. Meskipun ibu-ibu tersebut mungkin bisa dituduh terlibat berbuat jahat karena menipu pejabat AS demi tujuan untuk memperoleh visa kunjungan ke AS.

Ibu bernama Wasie Su bersama belasan ibu hamil dari Tiongkok lainnya sama tinggal di perumahan mewah di Irvine, California, ia bercerita bahwa dirinya datang ke AS dengan menggunakan multiple visa, anaknya mungkin bisa lahir pada 20 Nopember ini. Ia memilih melahirkan anak di AS bukan untuk tujuan kewarganegaraan tetapi lebih pada memberikan pilihan bagi anak untuk masa depannya.

Jumlah turis Tiongkok dengan tujuan negatif sudah semakin berkurang

Artikel menyebutkan, meskipun dengan kedatangan ibu-ibu hamil ke California membawa manfaat ekonomi bagi pemerintah daerah, tetapi tidak semua warga di sana menerima mereka. Pensiunan dokter, John Michael mengatakan, ia tidak senang melihat cucunya bersaing kesempatan untuk masuk ke universitas dengan anak-anak dari ibu hamil Tiongkok itu. Selain itu, “Koq enak !” keluarga Tiongkok itu ikut menikmati kesejahteraan dengan tanpa membayar pajak.

Menurut beberapa laporan bisnis, jumlah ibu hamil untuk melahirkan anak ke AS cenderung menurun tahun ini. Mungkin ini akibat resesi ekonomi Tiongkok atau karena takut pada dampak dari pemerintah AS yang menggencarkan penyelidikan. Tetapi petugas penjualan toko Armani percaya bahwa bisa jadi itu disebabkan oleh tahun ini yang tahun kambing, anak shio kambing katanya memiliki rezeki kalah dibandingkan dengan anak shio ular (tahun lalu), maka menunda keinginan untuk memiliki anak. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular