Keterangan foto: Pasangan Xi Jinping bersama pasangan Nguyen Phu Trong berpose bersama. (foto bbc.com)

Xi Jinping bersama rombongan tiba di Hanoi untuk memulai kunjungan kenegaraan selama 2 hari, pada Kamis (5/11/2015). Setelah serangkaian pembicaraan dengan pemimpin Vietnam, kedua kepala negara menandatangani sejumlah perjanjian.

Menurut BBC bahwa selama kunjungan itu Xi Jinping telah bertemu dengan Ketua Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong, Presiden Vietnam Tru’o’ng Tan Sang, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung bersama sejumlah pejabat lainnya. Xi Jinping juga menyampaikan pidatonya sekitar 10 menit di gedung parlemen.

Xi Jinping juga menulis artikel berjudul ‘Mampir ke Negara Tetangga’ untuk dimuat di Harian Rakyat Vietnam pada 5 November 2015.

Dalam artikel itu, Xi Jinping menghimbau kedua belah pihak untuk menggunakan mekanisme pemerintahan yang baik seperti pembicaraan perbatasan, belajar dari pengalaman sukses kedua bangsa dalam menyelesaikan masalah sengketa perbatasan darat dan teluk di utara. Melalui dialog dan konsultasi untuk mencari dasar-dasar yang bisa diterima bersama dan bersifat jangka panjang sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah maritim.

Gara-gara Tiongkok mengirim anjungan pengeboran minyak lepas pantai mereka ke perairan di Kepulauan Paracel yang masih disengketakan, hubungan bilateral kedua negara tersebut terganggu dan memicu demonstrasi besar anti Tiongkok di beberapa kota Vietnam.

The Associated Press melaporkan, kedua negara melalui kunjungan tingkat tinggi sedang berusaha untuk memperbaiki ketegangan yang disebabkan oleh sengketa wilayah. Sebelumnya pada April dan September tahun ini, Ketua Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong dan Presiden Vietnam Tru’o’ng Tan Sang telah melakukan kunjungan ke Tiongkok.

Meskipun kedua negara masih sedang bernegosiasi soal isu-isu kelautan, tetapi situasi masih rumit dan belum jelas. Sehingga Associated Press mengutip pandangan analis mengatakan bahwa kunjungan Xi ke Vietnam besar kemungkinan tidak membawa terobosan bagi penyelesaian sengketa wilayah.

Vietnam telah bergabung dengan Trans-Pacific Partnership (TPP) yang dipimpin AS. Tetapi Vietnam juga sebagai anggota pendiri Asian Infrastructure Investment Bank yang dipimpin Tiongkok.

Data resmi Tiongkok menunjukkan bahwa arus perdagangan dua arah Tiongkok – Vietnam dalam 9 bulan pertama tahun ini telah mencapai USD. 64.1 miliar. Volume perdagangan tahun ini diprediksikan bisa mencapai USD. 90 miliar. Sampai saat ini Tiongkok masih menjadi salah satu mitra dagang terbesar Vietnam, dan Vietnam merupakan mitra dagang terbesar kedua Tiongkok di negara ASEAN. Jumlah dana Tiongkok yang ditanam dalam 1.180 proyek di Vietnam sekarang sesuai modal terdaftar adalah berjumlah USD. 8.4 miliar. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular