Minggu, 25 Oktober lalu, Farrokh merayakan ulang tahunnya yang ke-38, dua hari kemudian atau tepatnya tanggal 27 Oktober, ia berpartisipasi dalam sebuah parade. Farrokh yang sekarang sudah mampu berjalan sendiri, benar-benar beda dengan fisiknya 6 bulan lalu, yang kurus kering tinggal tulang membalut kulit.

Farrokh menyatakan rasa syukur dan terimakasihnya pada masyarakat dunia yang membantunya, ia mengungkapkan masalah yang membelenggunya selama proses pengobatan, dan berkomitmen akan menyampaikan suara bagi penderita anoreksia nervosa (gangguan psikis dimana penderitanya merasa dirinya terlalu gemuk dan membiarkan diri mereka kelaparan).

Rachael Farrokh merayakan ulang tahunnya yang ke- 38 tahun, dan atas izin dari dokter serta dibawah iringan teman-teman maupun kerabatnya, Farrokh menghadiri kampanye “March Against Eating Disorders” tahunan yang diselenggarakan di Washington DC pada 27 Oktober lalu, pada kesempatan itu ia diwawancarai oleh NBC4 setempat, menceritakan tentang kesembuhannya, dan merasa sangat terharu.

Pada April 2015 lalu, Farrokh memublikasikan videonya di YouTube, meminta bantuan dunia. Sebelumnya ia menceritakan secara singkat perjalanan hidupya, karena dicemooh jelek oleh orang lain dan menjadi bahan ejekan. 10 tahun lalu, ia menderita anoreksia, gangguan (penyakit) ini membuatnya badannya semakin kurus dari hari ke hari, tubuh semakin lemah. Pada April 2015 berat badannya hanya 40 pon (18 kilogram). Saking ekstrim kurusnya, keinginan agar mampu berdiri dengan kaki sendiri saja telah menjadi harapan yang besar baginya, Farrokh yang masih muda ketika itu, sepenuhnya tergantung pada perawatan suaminya.

Farrokh mengutarakan dalam tayangan videonya, bahwa sekarang hanya ada satu rumah sakit di Amerika yang bisa menyelamatkannya, tapi dia membutuhkan uang untuk membayar biaya pengobatan, karena itu, ia meminta sumbangan masyarakat. Dan di luar dugaan, permintaan bantuan dari Farrokh itu beredar dengan cepat di internet, orang-orang dari berbagai belahan dunia secara total menyumbangkan hampir 200 ribu dollar AS di situs GoFundMe, dan ini adalah dua kali lipat dari biaya pengobatan yang dibutuhkannya.

Namun, dalam proses pengobatan, Farrokh mengalami kendala. “Mereka (dokter) tidak tahu, tubuh itu saling terhubung bersama dengan otak”. Gejala dari anoreksia itu adalah tidak makan sehingga menyebabkan badan menjadi lemah, tetapi sebenarnya masalah itu datang dari sisi psikologisnya sendiri.

Dari San Clemente Hospital and Medical Center, California, AS, hingga ke rumah sakit di Portugal sekarang, perlahan-lahan Farrokh berhasil mengatasi momoknya sendiri, dan pulih secara bertahap. Farrokh berterima kasih atas semua bantuan masyarakat dunia : “Saya memiliki keluarga yang besar, namanya adalah dunia.” “Mereka menyambut saya dengan pelukan yang hangat.” “Pikiran saya sekarang jauh lebih jelas dan menjadi lebih baik.”

Farrokh yang terselamatkan mengatakan, ia akan terus menjalani pengobatan, dan akan menyumbangkan sisa sumbangan dari masyarakat yang baik hati itu kepada penderita anoreksia lainnya, untuk pengobatan, dan di masa yang akan datang : “Target saya selama dalam proses pemulihan adalah menciptakan kognisi dan pendidikan untuk membantu orang lain melawan penyakit ini (anoreksia nervosa-red).(Jhn/Yant)

Share

Video Popular