Wanita yang kekurangan zat yodium lebih mungkin berpotensi terserang kanker payudara. Mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya yodium, bisa mengurangi risikonya.

Mitos yang berlanjut hingga kini mengatakan bahwa mammogram adalah cara nomor satu untuk menghindari kanker payudara.

Pencegahan kanker payudara secara nyata dimulai dengan memerhatikan pola makan, olahraga, pengurangan stres, dan racun lingkungan.

Dan ketika menyangkut masalah asupan, salah satu nutrisi terbaik untuk membantu menangkal kanker payudara adalah yodium.

Jika Anda berpikir tentang hal itu, mungkin akan mengasosiasikan yodium dengan tiroid. Minimnya zat ini dalam tubuh dapat menyebabkan pembengkakan tiroid yang nyeri, yang dikenal sebagai penyakit gondok.

Namun yodium juga memainkan peran penting dalam kesehatan payudara wanita. Bahkan, seorang wanita lebih banyak menyimpan yodium di payudara daripada tiroid.

Ini cara alami untuk melindungi bayi. Yodium sangat penting bagi perkembangan otak bayi. Menyimpan yodium dalam payudara dapat menjamin pasokan yang baik akan mineral otak yang penting ini di dalam ASI.

Tapi ketika pasokan yodium pada kaum wanita rendah, bukan hanya pada ibu menyusui yang berisiko. Wanita yang kekurangan zat yodium lebih mungkin berisiko terkena kanker payudara.

Apa kaitan antara yodium rendah dan kanker payudara?

Ketika kadar yodium rendah, ovarium memproduksi lebih banyak estrogen. Tingkat sirkulasi estrogen lebih tinggi sehingga meningkatkan risiko kanker reproduksi seperti prostat, endometrium, ovarium, dan kanker payudara.

Selain itu, yodium rendah meningkatkan sensitivitas reseptor estrogen di jaringan payudara. Payudara mulai mengambil lebih banyak estrogen. Hal tersebut mengakibatkan risiko kanker payudara lebih besar.

Dr. Bernard Eskin adalah seorang pelopor dalam penelitian yodium. Ia menemukan bahwa jaringan payudara yang kekurangan yodium lebih mungkin terkena gejala pra-kanker dan yodium yang bisa membalikkan perubahan tersebut.

Dalam studi laboratoriumnya, ia menunjukkan bahwa yodium menguasai bagian atas 29 gen dan menguasai bagian bawah 14 gen dalam sel kanker payudara, sehingga menyebabkan kematian sel dan penekanan pertumbuhan tumor. Uji coba pada hewan lainnya menunjukkan bahwa yodium dapat mengurangi tingkat tumor payudara sebesar 2,5 kali.

Yodium bisa mempercepat kematian sel-sel kanker, sedangkan untuk sel-sel normal ia mengabaikannya.

Studi epidemiologi mendukung pentingnya yodium bagi kesehatan payudara

Di Jepang, tingkat penderita kanker payudara sekitar 66% lebih rendah daripada di AS. Bersamaan itu, wanita Jepang mengonsumsi yodium antara 3 dan 13 miligram per hari.

Namun Dietary Reference Intake (DRI, Kecukupan Pasokan Harian) Amerika untuk yodium, hanya 150 mikrogram per hari (atau 290 mcg untuk ibu hamil atau menyusui).

Pada beberapa perkiraan, wanita Jepang mendapatkan yodium sekitar 25 kali lebih banyak dari rata-rata wanita Amerika.

Namun ketika wanita Jepang pindah ke Amerika Serikat dan mulai mengonsumsi menu Barat yang kurang yodium, maka tingkat risiko kanker payudara mereka melonjak ke tingkat yang dimiliki wanita Amerika.

Sejak tahun 1920-an Amerika mendapatkan sebagian besar yodium mereka dari garam beryodium. Hal tersebut berkat dorongan pemerintah untuk menambahkan yodium pada garam untuk mencegah penyakit gondok.

Tapi dalam beberapa dekade terakhir ini propaganda anti-garam telah menyebabkan kaum wanita mengurangi asupan garam – yang juga tercakup yodium – dari diet mereka. Sejak 1970-an tingkat kekurangan yodium menjadi sebesar empat kali lipat.

Racun lingkungan juga menyebabkan turunnya kadar yodium. Ada sekelompok bahan kimia yang dikenal sebagai halida, yang dapat mengikat reseptor di dalam sel Anda yang dimaksudkan untuk yodium. Mereka memblokir kemampuan tubuh untuk menyerap dan menggunakan yodium.

Halida ini termasuk perklorat, sebuah bahan kimia yang digunakan untuk bahan bakar roket. Perklorat sekarang mencemari air tanah, tanah, dan pasokan makanan kita.

Klorin dan fluoride dalam air minum juga bisa memblokir yodium. Begitu juga brom dalam tepung, roti dan makanan yang dipanggang.

Jika Anda kekurangan yodium, masih dapat untuk meningkatkannya dan menangkal banyak bahaya kesehatan – termasuk kanker payudara.

Akan tetapi tubuh tidak dapat membuat yodium. Anda harus mendapatkannya dari makanan atau suplemen.

Makanan sumber yodium yang baik adalah:

• Laut (salmon, kerang, lobster, tuna, cod, dan udang)
• Yogurt
• Cranberries
• Kentang (tidak dikupas)
• Navy bean
• Telur

Akan tetapi sumber yodium yang terkaya berasal dari rumput laut. Ia memiliki 10 kali atau lebih yodium dibanding dengan makanan lain.

Dan itu sangat sesuai dalam melawan kanker payudara. Sebuah penelitian di Jepang menemukan bahwa rumput laut lebih berpotensi daripada obat fluorouracil untuk kemoterapi kanker payudara.

Carilah wakame, nori, arame, dulse, kombu, atau rumput laut di pasar makanan Asia dan toko makanan kesehatan.

Tambahkan rumput laut kering ke dalam panci saat memasak sup, juga biji-bijian, atau kacang-kacangan. (Ajg/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular