JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin Menteri Susi telah meluncurkan Program Jangkau, Sinergi, dan Guideline atau JARING pada 11 Mei 2015 di Takalar, Sulawesi Selatan. Program JARING tersebut bertujuan menjawab kebutuhan stakeholders terhadap informasi tentang database Kelautan dan Perikanan, skim pembiayaan, pemetaan risiko bisnis dan dukungan regulasi dari otoritas terkait.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 3 OJK, Irwan Lubis mengatakan sasaran utama program JARING adalah peningkatan pertumbuhan pembiayaan di sektor Kelautan dan Perikanan (KP) dengan target pertumbuhan pembiayaan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. “Target pertumbuhan kredit ditetapkan minimal 50% dari tahun sebelumnya,” ujarnya dalam pesan tertulis di Jakarta.

Selain itu, diharapkan program JARING dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap jasa keuangan yang lebih luas, meningkatkan pemahaman Sektor Jasa Keuangan (SJK) terhadap bisnis sektor KP lebih baik, memperbaiki tingkat kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha mikro dan kecil (peningkatan income per kapita), menambah jumlah lapangan kerja serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam mewujudkan sasaran JARING, pada tahap awal terdapat delapan bank pelopor pembiayaan pada sektor KP yang merupakan Bank Partner Program JARING, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk (BTPN), PT Bank Danamon Indonesia, Tbk, PT Bank Permata, Tbk, PT Bank Bukopin, Tbk dan PT BPD Sulselbar.

Selain dari perbankan, komitmen meningkatkan pembiayaan untuk sektor KP juga diperoleh dari Industri Keuangan Non Bank (IKNB) melalui Konsorsium Perusahaan Pembiayaan, Asuransi Jiwa, Asuransi Umum dan Penjaminan. Total pembiayaan ke delapan bank dan konsorsium IKNB tersebut pada sektor KP pada Desember 2014 adalah Rp 10,8 triliun dengan komitmen pertumbuhan pembiayaan ke sektor KP sampai dengan Desember 2015 sebesar Rp 7,2 triliun atau rata-rata pertumbuhan pembiayaan baru (gross) sebesar 66,2% dari total pembiayaan Desember 2014.

OJK menyatakan realisasi penyaluran kredit baru (gross) ke sektor KP oleh Bank Partner sampai dengan akhir September 2015 telah mencapai Rp 4,41 triliun atau 82,09% dari target agregat 8 Bank Partner sebesar Rp 5,37 triliun. Beberapa bank yang telah mencapai dan melebihi target penyaluran kredit gross adalah BRI, BTPN, dan BPD Sulselbar.

Selain kedelapan bank pelopor yang telah berkomitmen untuk meningkatkan realisasi pembiayaan pada sektor KP pada 2015, saat ini terdapat penambahan lima Bank Partner baru yang ikut bergabung dengan program JARING 2015, yaitu PT BCA, Tbk, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk, PT Bank CIMB Niaga, PT Bank Sinarmas, Tbk dan PT BPD Jawa Timur, Tbk.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sejak peluncuran Program JARING mencakup monitoring realisasi kredit baru Bank Partner ke sektor kelautan dan perikanan, pertukaran informasi antara OJK, KKP dan Bank Partner, pelaksanaan focus group discussion (FGD) di Jakarta pada awal November 2015 mengenai strategi mitigasi risiko bisnis sektor kelautan dan perikanan dalam upaya memetakan permasalahan dan solusi untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan, serta penyusunan Grand Design program JARING.

Selain melalui peningkatan pertumbuhan penyaluran pembiayaan, JARING juga dilaksanakan melalui kegiatan untuk lebih membuka akses keuangan di sektor kelautan dan perikanan melalui sinergi dengan Pelaku Jasa Keuangan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi sektor kelautan dan perikanan. Otoritas Jasa Keuangan bersama Kementerian Keluatan dan Perikanan akan menyelenggarakan kegiatan JARING 2015 di Dusun Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sendang Biru dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil ikan tuna terbesar di Jawa Timur dan memiliki potensi menjadi penghasil ikan tuna terbaik, dari sisi kuantitas dan kualitas. Tantangan dalam pengelolaan potensi wilayah Sendang Biru saat ini adalah keterbatasan fasilitas coldstorage yang didukung sumber daya listrik serta bahan bakar nelayan yang memadai serta keterbatasan akses terhadap produk dan layanan Lembaga Jasa Keuangan yang dapat mendorong pengembangan usaha. (asr)

Share
Tag: Kategori: BISNIS KEUANGAN

Video Popular