Keterangan foto: Saat pelatihan yang sangat mendetail itu, seorang perwira tingkat 5 (tingkat tertinggi adalah tingkat 9) berkata pada kami, di AL yang terpenting adalah patuh pada perintah. Jika atasan memerintahkan untuk melakukan sesuatu, atasan yang akan bertanggung jawab jika terjadi kesalahan, bukan Anda.

Oleh: Mu Chunxiao

Setelah kontrak ditandatangani, saya pun resmi menjadi anggota AL, suasana menjadi sangat berbeda, ada sedikit “kejutan budaya / Culture Shock” yang saya rasakan.

Di kantor, perwira perekrut Mr. Zhu pun mulai menjelaskan bagaimana membuat pengaduan jika mengalami pelecehan seksual di AL, terdapat dua sistem, identitas dirahasiakan atau tidak dirahasiakan. Jika di kantor San Francisco harus melapor kepada siapa, termasuk nomor telepon untuk pengaduan. Jika orang di luar satuan AL melukai kita, kita bisa melaporkannya pada perwira perekrut. Jika orang-orang di kantor perekrutan menyakiti, maka langkahi mereka dan laporkan pada orang lain atau pada atasan.

Setelah pelatihan berakhir, Mr. Guan memanggil saya ke kantornya dan dengan bahasa Inggris bertanya pada saya hal yang sama, jika mengalami suatu pelecehan di AL harus melaporkan kemana, saya tidak tahu harus menjawab apa. Mr. Guan langsung memanggil Mr. Zhu dan berkata, “Saya yakin Anda telah menjelaskan padanya, tapi seharusnya Anda menjelaskannya dalam bahasa Inggris, bukan dengan bahasa Mandarin.”

Diam-diam saya terkejut, di satu sisi pekerjaan di AL sangat detil, setelah dijelaskan oleh perwira perekrut, atasan akan bertanya kembali, tidak dibiarkan begitu saja. Di sisi lain, Mr. Guan tidak bertanya mengapa saya tidak bisa mengingatnya, melainkan segera bertanya pada perwira perekrut yang seharusnya menjelaskan dengan bahasa Inggris pada saya tentang aturan di AL.

Kadang kala atasan Mr. Guan juga ikut dalam rapat rutin bulanan kami, ia juga akan bertanya hal yang sama pada kami, seperti ujian saja. Jika kami tidak bisa menjawab, mereka akan mengkritik atasan kami tidak becus melatih kami, dan tidak akan mengkritik kami!

Perwira perekrut memberi selembar questioner mengenai konsumsi narkoba, dengan berbagai metode menjelaskan akibat buruk mengkonsumsi narkoba. AL sama sekali tidak mentolerir narkoba. Hasil tes ASVAB bisa digunakan di AL, AD, dan AU, hasil tes ini terkait langsung dengan kode jaminan sosial seseorang. Setelah bergabung di militer, begitu kedapatan mengkonsumsi narkoba akan langsung dipecat, dan seumur hidup tidak akan diterima. Jika di AL didapati seseorang mengkonsumsi narkoba, maka orang itu tidak akan bisa melamar ke kesatuan militer lainnya. Pihak militer memeriksa kode jaminan sosial akan bisa diketahui latar belakang seseorang.

Ada anak belasan tahun yang tidak mengerti apa-apa lalu mengkonsumsi narkoba dan sekarang ingin menjadi anggota militer, apakah masih ada kesempatan?

Ada, dengan cara mengajukan penghapusan atau waiver. Seorang perwira perekrut AD mengatakan, jika Anda melakukan kesalahan di usia muda, masa depan Anda tidak akan disia-siakan begitu saja, Anda akan diberi kesempatan. Atmosfir masyarakat AS terasa ringan dan pengertian. Tapi setelah menjadi anggota militer dan mengkonsumsi narkoba, maka Anda akan menerima sendiri akibatnya.

Setiba di rumah, saya menemukan youtube yang diminta oleh pihak AL agar kami saksikan, itu adalah tayangan hari pertama menjadi anggota AL, sangat detil sampai-sampai sebuah kardus kecil ditunjukkan kepada kami dan dijelaskan bahwa benda-benda yang harus kami kirim kembali ke rumah tidak boleh melebihi ukuran kardus tersebut.

Saya merasa, selain kesehatan fisik, Amerika Serikat sangat mementingkan psikologis seseorang. Masa transisi yang diberikan pada seseorang agar siap mental cukup panjang, cukup lama bagi kita untuk bisa beradaptasi. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular