Keterangan gambar: Ilustrasi Kaisar Tang Xuan Zong

Oleh : Zhu Yueming

Ketika Jiang Jiao masih muda, sebelum memperoleh kekuasaan, ia sangat menyukai berburu. Suatu hari ketika berburu, dia berpapasan dengan seorang biksu. Biksu itu berkata, ”Mohon beri saya makanan.”

Jiang Jiao menyuruh pembantunya memberikan beberapa potong daging kepada biksu itu. Setelah biksu itu selesai makan dan kemudian pergi, anehnya daging itu masih ada disana dan nampaknya belum disentuh sama sekali. Lalu Jiang Jiao menyuruh orangnya untuk mencari biksu itu dan membawanya kembali.

Biksu itu berkata,” Anda akan memperoleh kekayaan dan kekuasaan.”

Jiang Jiao bertanya, ”Bagaimana caranya?”

“Anda akan bertemu seorang laki-laki yang akan membuatmu kaya dan berkuasa.”

Jiang Jiao bertanya, ”Kapan saya bertemu orang ini?”

Biksu itu melihatnya dan menjawab,”Hari ini.”

Biksu itu berjalan keluar dari kota itu dan Jiang Jiao memutuskan untuk mengikuti biksu itu dengan kudanya. Pada waktu dipinggir kota, dia berpapasan dengan Calon Kaisar Tang, Xuan Zong, yang saat itu masih sebagai seorang Adipati kota Linzi. Calon Kaisar itu juga akan berburu.

Pada waktu itu Jiang Jiao membawa elang pemburu burung pipit di lengannya, yang cuma berharga 20 ribu Qian (satuan mata uang dinasti Tang). Melihat elang itu, Sang adipati itu mengajak Jiang Jiao untuk bergabung berburu dengannya. Saat itu juga si Biksu itu menghilang tanpa bekas.

Pada hari berikutnya, seorang wanita yang dapat meramal tentang masa depan datang ke rumah Jiang Jiao.

Jiang bertanya kepadanya,”Ceritakan, siapa yang mengunjungiku hari ini?”

Wanita itu berkata, ”Sang Kaisar akan datang.”

Jiang Jiao tertawa, ”Kaisar itu tinggal di Istana. Bagaimana mungkin beliau mau singgah dirumah yang sederhana ini?”

Tidak seberapa lama, seseorang mengetuk pintu dan berkata, ”Putera Ketiga berada disini mengunjungimu!”

Jiang Jiao keluar dan menemukan Adipati Linzi yang pernah berburu dengannya. Jiang Jiao sangat menghormati dan sopan santun ke Adipati itu. Dia menawarkan segala yang beliau butuhkan, apakah itu uang atau kuda.

Ketika Adipati itu akan meninggalkan tempat itu, Luzhou, seluruh petugas pemerintahan, kerabatnya dan teman-temannya mengucapkan salam perpisahan, kecuali Jiang Jiao. Sang Adipati itu merasa sedikit kecewa. Namun bagaimanapun juga, setelah beliau melakukan perjalan ke utara ke kota Wei River, dia melihat Jiang Jiao mendirikan tenda-tenda disamping jalan dan menyediakan sebuah Banquet perpisahan. Adipati itu mengucapkan salam perpisahan kepada Jiang Jiao dan pergi dengan bahagia.

Ini merupakan sebuah awal dari penyelesaian hubungan takdir sebagai seorang kaisar dan pegawainya. Kemudian Jiang Jiao sungguh-sungguh menjadi sangat kaya dan berkuasa selama Tang Xuan Zong (Li Longji, memerintah selama 712 – 755 AD). Pada masa pemerintahannya berjalan baik dan maju akan tetapi sebuah pemberontakan pada akhir pemerintahannya memberikan tanda kemunduran dinasti Tang. (Sumber: www.asianresearch.org)

Share

Video Popular