NASA baru-baru ini memperingatkan bahwa kutub magnet Bumi sedang bergerak membalik, dan karena itu akan masuk ke dalam keadaan tidak ada medan magnet, akan membawa bencana besar bagi manusia. Bahkan bumi akan mengulangi kesalahan Mars, atmosfer dan lautan berkurang.

Menurut laporan British “Daily Express” baru-baru ini, para ilmuwan NASA percaya bahwa pergeseran kutub geomagnetik akan hilang hingga 200 tahun. Dan pada saat Bumi tidak ada medan magnet ini, aliran sinar Matahari (badai Matahari) akan membawa bencana bagi umat manusia, seperti jumlah kematian akibat kanker kulit akan meningkat, gangguan komunikasi di seluruh dunia akan putus.

Bruce Jakosky, kepala ilmuwan program eksplorasi ” Mars Atmosphere and Volatile Evolution mission” (MAVEN) Colorado State University, AS, percaya bahwa perubahan geomagnetik bisa berbalik, dan waktunya akan berlangsung selama 200 tahun. Dia mengatakan: ” kutub magnet utara dan selatan Bumi berubah, dalam proses ini, medan magnet Bumi akan hilang selama sekitar 200 tahun.”

Medan magnet Bumi (ESA/ATG MediaLab)

Beberapa ilmuwan percaya bahwa mungkin dalam 1, 000 tahun mendatang akan terjadi pergeseran kutub Bumi. Pada periode penggantian kutub, medan magnet Bumi akan menjadi sangat lemah, sehingga Bumi kehilangan kemampuan untuk menahan x-ray Matahari dan radiasi lainnya, hingga akan menyebabkan bencana. Bahkan Bumi akan mengulangi kesalahan Mars.

Para ilmuwan menduga bahwa beberapa miliaran tahun yang lalu, Mars karena medan magnet menghilang, atmosfer yang dapat mempertahankan kehidupan dan lautan 99 persen musnah karena tertiup oleh angin Matahari, hingga menjadi planet tandus merah hari ini.

Laporan ini mengatakan bahwa para ilmuwan telah mengkonfirmasi bahwa medan magnet Sumi sedang mengarah ke perubahan kutub magnetik. Begitu terjadi pertukaran kutub magnet, geomagnetik akan hilang dalam periode tertentu. Selama periode ini, pada Kutub Utara akan terlihat aurora yang spektakuler. Namun, Bumi akan kehilangan perlindungan dari medan magnet, angin Matahari akan menyebabkan penipisan atmosfer, menghancurkan fasilitas komunikasi dan peralatan energi, atau bahkan menyebabkan kebakaran hutan dan bencana lainnya. Manusia karena radiasi ultraviolet yang kuat, peningkatan jumlah kematian akibat kanker kulit akan sangat besar.

Bahkan ada ramalan bencana yang mengatakan bahwa perubahan geomagnetik bisa sangat parah, dapat menyebabkan bencana global seperti gempa Bumi, perubahan iklim mendadak, kepunahan biologis. Para Geografi mengatakan, sejarah Bumi, telah terjadi pergeseran kutub berulang kali, seperti terjadi sekali pada zaman batu 780.000 tahun yang lalu.

Namun Alan Thompson, ilmuwan geomagnetism dari British Geological Survey mengatakan: “Menurut fosil dan catatan lain, geologi percaya tidak terjadi pertukaran daratan benua di seluruh dunia atau bencana serupa.”(Lim)

Share

Video Popular