Keterangan gambar: Penelitian di Amerika menyebutkan bahwa jika suhu global naik 2 derajat Celsius, maka kota-kota di pesisir pantai termasuk Shanghai akan ditenggelamkan air laut. Kota di pesisir pantai Shanghai, Tiongkok. (STR/AFP)

Oleh: Huang Xiao-yu

Sebuah penelitian di AS memaparkan, jika pemanasan global menyebabkan suhu permukaan naik 2 derajat Celsius (3,6 derajat Fahrenheit), maka permukaan laut akan naik beberapa meter, dan kota-kota besar di pesisir pantai termasuk Shanghai, Mumbai dan New York akan tenggelam ke bawah permukaan laut. Penduduk yang terkena dampaknya akan mencapai ratusan juta orang.

Penelitian yang dilakukan “Climate Central” lembaga riset Amerika seperti dilansir AFP menyebutkan, jika suhu global naik 2 derajat Celsius, maka lahan yang dihuni sekitar 280 juta jiwa saat ini akan ditenggelamkan oleh air laut. Jika suhu naik 4 derajat Celsius, maka wilayah yang dihuni lebih dari 600 juta jiwa akan tenggelam ke dalam laut.

Peneliti terkait mengatakan, bahwa peningkatan suhu 2 derajat Celcius cukup untuk mengancam banyak kota-kota pesisir dalam jangka panjang, dan besar kemungkinan suhu global akan naik 4 derajat Celcius dalam beberapa ratus tahun ke depan, paling cepat dalam 200 tahun akan meningkat dua kali lipat.

Laporan penelitian ini menyebutkan, begitu suhu itu naik 4 derajat Celcius, maka tak diragukan lagi yang paling fatal terkena dampaknya adalah Tiongkok, dan wilayah pesisir yang dihuni sebanyak 145 juta penduduk negara tersebut saat ini akan menjadi lautan.

Di antara 10 kota paling berbahaya dalam penilaian laporan terkait, ada 4 kota berada di Tiongkok, termasuk Shanghai, Tianjin, Hong Kong dan Taizhou (kota pesisir provinsi Zhejiang), sementara penduduknya mencapai sekitar 44 juta jiwa.

Sedangkan situasi di India, Vietnam dan Bangladesh juga tidak jauh lebih baik. Ditilik secara global, bahwa di antara penduduk yang tinggal di wilayah yang akan ditelan oleh laut itu, sekitar 75% terpusat di kawasan Asia.

Setelah suhu nik 4 derajat Celcius, sebanyak 34 juta penduduk Jepang, 25 juta penduduk Amerika, 20 juta penduduk Filipina, 19 juta penduduk Mesir dan 16 juta penduduk Brasil juga akan terkena dampaknya.

Cara paling efektif dalam mengatasi masalah pemanasan global adalah mengurangi emisi gas rumah kaca, sementara itu Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (COP21) yang akan diselenggarakan pada akhir November di Paris, Prancis, juga akan menekan naiknya suhu sebagai tujuan pokok bersama untuk mengatasi pemanasan global. Ben Strauss, penulis utama studi terkait mengatakan, pembahasan KTT di Paris diiringi dengan risiko yang tinggi.

“Ada beberapa batas pertemuan bersejarah antara negara-negara, dan pertemuan ini akan mempengaruhi garis pemisah antara lautan dengan daratan di seluruh dunia,” katanya kepada AFP. (joni/rmat)

 

Share

Video Popular