Keterangan gambar: Bila KTT Iklim yang akan diselenggarakan di Paris tidak segera mengambiil tindakan untuk mengatasi pemanasan global, perubahan iklim tidak hanya berpotensi meningkatkan epidemi, menghancurkan tanaman, Juga akan menyebabkan penambahan sampai ratusan juta jiwa rakyat negara miskin yang hidup di bawah garis kemiskinan. (pixabay)

Bank Dunia dalam laporan yang dirilis pada Minggu (8/11/2015) kembali memperingatkan bila KTT Iklim yang diselenggarakan di Paris tidak segera mengambiil tindakan untuk mengatasi pemanasan global, perubahan iklim tidak hanya berpotensi meningkatkan epidemi, menghancurkan tanaman, juga akan menyebabkan penambahan sampai ratusan juta jiwa rakyat negara miskin yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Bank Dunia melaporkan bahwa perubahan iklim sudah berdampak buruk terhadap upaya pengentasan kemiskinan, pemanasan global selain menyebabkan curah hujan yang rendah, dan pengaruh dari cuaca ekstrem pada populasi termiskin lebih serius daripada yang lain.

Bila tidak segera, secara menyeluruh dan mengembangkan iklim dengan cara yang lebih cerdas termasuk sejalan dengan upaya untuk mengurangi pembuangan emisi demi melindungi orang miskin. Maka bisa menyebabkan penambahan sampai ratusan juta jiwa rakyat negara miskin yang hidup di bawah garis kemiskinan sebelum 2030.

Bank Dunia dalam laporannya yang diberi judul ‘Shock Waves: Managing the Impacts of Climate Change on Poverty’ menggambarkan dampak perubahan iklim global pada manusia dengan tujuan untuk mendesak KTT Iklim COP-21 yang rencananya akan diselenggarakan di Paris pada akhir tahun ini untuk secepatnya mengambil tindakan yang diperlukan.

PBB pada 6 November 2015 juga memperingatkan bahwa akibat dari kurangnya negara-negara dunia dalam upaya untuk mengurangi pembuangan emisi, sehingga pemanasan global sulit dihindari. KTT Iklim yang akan berlangsung dari 30 November hingga 11 Desember 2015 mendatang seharusnya lebih banyak menelurkan komitmen-komitmen yang lebih positif.

Reuters mengutip ucapan Bank Dunia menyebutkan bahwa bila tidak ada kebijakan yang benar dalam melindungi penduduk miskin dari dampak cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan laut, maka akan ada tambahan sampai ratusan juta jiwa penduduk negara miskin akan hidup di bawah garis kemiskinan sebelum 2030 tiba. Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu dari 17 target baru yang diuraikan PBB pada September lalu.

Bank Dunia dalam laporannya menegaskan bahwa bila pemanasan global dan dampak buruknya terhadap penduduk miskin tidak dimasukkan ke dalam program kerja, maka pengentasan kemiskinan hanya berupa slogan yang tidak mungkin terealisasi. (Central News Agency/sinatra/rmat)

Share

Video Popular