Erabaru.net. Seorang gadis remaja Inggris pantang terkontak dengan air, sekalipun air matanya sendiri mengenai kulitnya juga akan terasa panas terbakar di kulit.

Air adalah sumber kehidupan yang sangat penting bagi tubuh manusia.

Namun, ada seorang gadis remaja Inggris justru tidak boleh tersentuh dengan air, meski air matanya sekalipun jika mengenai kulitnya juga akan terasa panas terbakar, karena itu, walaupun ia merasa sangat tersiksa juga tidak berani menangis.

Adalah Niah Selway, seorang siswi remaja 17 tahun seperti dilansir “the Mirror” itu menderita “aquagenic urticaria”, atau alergi terhadap air.

Hanya 35 orang di seluruh dunia menderita penyakit ini, dan Selway adalah salah satu di antaranya.

Baginya, hidup itu tak ubahnya seperti sebuah mimpi buruk. “Kulit saya seperti terbakar ketika air mengenai kulit saya.

Saya merasa sangat tersiksa, sementara orang lain tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Jika Selway menangis, pipinya akan dihinggapi urtikaria (ruam kemerahan pada kulit disertai dengan rasa gatal) yang tak tertahankan.

Sejak usia lima tahun, ia mulai dihinggapi gejala yang sangat menyiksanya ini.

Saat itu tidak ada yang tahu apa penyebabnya, sehingga ia tetap aktif berenang, juga pernah basah kuyub karena hujan, dan sedikitpun tidak pernah curiga siksaan di kulit yang menderanya itu disebabkan oleh air.

Belakangan, ia didiagnosis menderita “Aquagenic Urticaria” oleh dokter kulit setempat, namun, sejauh ini belum ada cara pengobatan yang efektif.

Tapi, minum air tidak akan memicu siksaan pada sang gadis malang ini.

Sampai sekarag, ia mencoba antihistamin dengan dosis yang berbeda, untuk melihat apakah obat-obat ini dapat membantu mengurangi deritanya. Namun, siksaan ini selamanya tidak akan pernah lenyap sepenuhnya.

Sehingga, mau tidak mau ia harus menerima kenyataan ini.

Saat mandi, Selway perlu memperhatikan waktu yang tepat, dalam keadaan normal, lima menit seusai mandi, gejala yang menyiksanya itu akan kambuh.

Selain itu, kulitnya juga akan terasa nyeri ketika membersihkan kosmetik dengan tisu basah atau menggunakan krim pelindung dan pelembah kulit.

Begitu juga dengan wajahnya akan terasa perih seperti luka terbakar dan ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam. “Awalnya terasa sakit seperti tertusuk, setelah itu terasa nyeri, dan tidak boleh disentuh,”katanya.

Aquagenic Urticaria atau alergi air merupakan penyakit kulit yang sangat langka.

Penderita tidak boleh terlalu lama kontak dengan air, sebagian besar gejala ini terjadi pada remaja putri atau pra-pubertas gadis remaja yang memiliki fisik alergi.

Gejala utama dari alergi ini adalah nyeri di badan, gatal-gatal di kulit, kemerahan, dengan rentang waktu hingga beberapa jam lamanya.

Di antara 35 kasus penyakit alergi air di dunia saat ini, belum ada satu pun yang berhasil disembuhkan.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular