Keterangan gambar: Kluster galaksi MS 0735.6+7421 yang berjarak 2,6 miliar tahun cahaya dari bumi sedang mengalami ledakan terkuat.(NASA/CXC/Univ. of Waterloo/A.Vantyghem/NASA/STScI/NRAO/VLA

Astronom mendapatkan gambaran komprehensif dari ledakan benda langit abnormal yang disebabkan lubang hitam supermasif. Lubang super besar yang menganga akibat ledakan itu mampu menampung enam galaksi.

Untungnya, jarak ledakan super dahsyat itu sekitar 2,6 miliar tahun cahaya jauhnya dari bumi dengan kluster galaksi MS 0735.6+7421 yang terletak di Camelopardalis. Para ilmuwan memperkirakan, bahwa salah satu inti galaksi di antaranya itu telah aktif 100 juta tahun lamanya, dengan energi yang dilepaskannya sekitar 600 juta kali energi matahari. Sumber energinya itu berasal dari sebuah lubang hitam suermasif dengan massa 10 miliar kali massa matahari.

Melansir situs teknologi Gizmodo.com (9/11/2015), sejak 2005 silam, ilmuwan telah mencatat gejala ledakan benda langit tersebut di alam semesta, selanjutnya setelah diamati secara kontinyu, kemudian dianalisis dan pengumpulan data, akhirnya ilmuwan mendapatkan gambar terbaru dari sinar tampak, gelombang radio dan sinar x, yang menunjukkan sedang terjadi pemandangan astronomi spektakuler yang belum pernah terjadi sebelumnya di langit yang jauh.

Dari kajian data-data terkait, astronom mengungkapkan bahwa ledakan itu menghasilkan energi yang setara dengan ratusan juta semburan sinar gamma. Semburan sinar gamma merupakan bentuk pelepasan energi dengan pengrusakan ekstrim di alam semesta.

Dari hasil observasi astronom juga ditemukan beberapa struktur berongga, dengan lingkup spasial hingga 600,000,- tahun cahaya, adalah enam kali-nya diameter galaksi kita (diameter galaksi adalah 100.000 tahun cahaya).

Keterangan gambar: Gambar ledakan kluster galaksi MS 0.735,6 + 7.421 : warna pink adalah gelombang radio hasil ledakan tersebut yang diamati The Very Large Telescope Array ; sementara warna biru adalah citra sinar x yang diamati Chandra X-ray Observatory atau Teleskop luar angkasa Chandra.(NASA/CXC/Univ. of Waterloo/A.Vantyghem/NASA/STScI/NRAO/VLA

Menurut penilaian astronom, rongga-rongga tersebut terdiri dari gelembung magnetic. Sementara itu, menurut data observasi dari Very Large Array, diperkirakan gelembung magnetik itu terbentuk dari elektron berenergi esktra tinggi. Di sana pernah ada materi dengan massa 1 triliun massa-nya matahari, belakangan karena ledakan lalu berubah menjadi arus elektron energi tinggi, demikian kata astronom.

Mereka menggunakan Very Large Array menangkap sebagian energi yang dilepaskan karena ledakan dahsyat di sana, dan mendapatkan gambar cahaya tampak dari kluster galaksi MS 0735.6 + 7421, hingga pada akhirnya mendapatkan gambaran komperehensif sinar-X terbaru, gelombang radio dan cahaya tampak. (joni/rmat)

Oleh: Lin-yan

 

Share

Video Popular