Seorang melintasi logo perusahaan AS, IBM (Sean Gallup/Getty Images)

JAKARTA – Menteri Perindustrian Saleh Husin mengincar masuknya investasi dari perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat (AS). Dari banyaknya ragam industri, AS diharapkan semakin banyak menanam modal di sektor industri telematika, industri logam, industri makanan dan minuman serta bidang jasa logistik.

“Investasi dari AS tidak hanya soal angka besaran modal yang masuk. Nama-nama perusahaan besar juga berpengaruh menarik investasi dari negara lain ke Indonesia, karena mereka rata-rata multinasional dan mengelola brand kelas global,” kata Menperin Saleh Husin di Jakarta, Kamis (12/11/20150.

Hal itu diungkapkan Menperin saat menerima kunjungan US – ASEAN Business Council di Kementerian Perindustrian, Jakarta. Delegasi pengusaha dari Amerika Serikat ini dipimpin President & CEO US – ASEAN Business Council Alexander C Feldman. Perusahaan AS yang memutar modalnya di Indonesia antara lain Coca Cola, Google, IBM, Intel, HP, Merck, Nike, Philip Morris, Visa, Procter and Gamble, Boeing dan Ford. Selain itu, di sektor energi dan tambang terdapat nama besar seperti Chevron, Freeport, BP dan ExxonMobil.

Menurut dia, perusahaan-perusahan AS tidak hanya memanfaatkan pasar domestik. Dalam peresmian dan kunjungan pabrik, Menteri Saleh mengakui dari dekat bagaimana teknologi tinggi asal AS dioperasikan di Indonesia oleh tenaga kerja lokal dan menggunakan bahan baku dari domestik.

AS memang menjadi merupakan negara yang penting bagi Indonesia. Dari 2010 hingga kuartal III 2015, nilai investasi negara itu menduduki ranking ke-3 setelah Singapura dan Jepang. Nilai penanaman modal AS tercatat sebesar USD 8,24 miliar. Khusus untuk tahun ini yang terhitung sampai September, pengusaha aliran investasinya mencapai USD 853,7 juta.

Sesuai kajian “Partners in Prosperity: US Investment in Indonesia”, target realisasi investasi AS di Indonesia sebesar USD 61 miliar dalam 3-5 tahun kedepan untuk membantu Pemerintah mencapai target investasi dan pertumbuhan.

Menperin berharap hubungan bisnis yang lebih kuat akan memberi dampak positif bagi pengembangan industri di Indonesia. “Diharapkan semakin banyak perusahaan AS yang berinvestasi di industri manufaktur di Indonesia,” ujar Menperin.

Menurutnya, peluang peningkatan investasi semakin terbuka seiring dikeluarkannya paket-paket kebijakan ekonomi yang mengusung semangat kemudahan investasi untuk menggerakkan ekonomi dan pengembangan industri nasional.

Kemenperin juga menegaskan dukungan terhadap perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam US – ASEAN Business Council yang ikut mengembangkan industri nasional serta menyampaikan peluang- peluang industri yang bisa dijajaki oleh perusahaan-perusahaan tersebut. (asr)

Share

Video Popular