Keterangan gambar: Sebuah potongan misterius dari puing-puing luar angkasa masuk ke atmosfer bumi pada Jumat 13 November 2015, dan terakhir jatuh di Samudera Hindia dekat Sri Lanka. (video screenshot)

Oleh: Li-yuan

Sebuah potongan misterius dari puing-puing luar angkasa masuk ke atmosfer bumi pada Jumat 13 November, dan terakhir jatuh di Samudera Hindia dekat Sri Lanka. Benda angkasa kecil itu dijuluki “WT1190F.” Laman “USA Today” menyebutkan, benda angkasa kecil itu jatuh pada hari yang tidak menguntungkan di kalender yakni Jumat Hitam, 13 November.

Puing-puing dari luar angkasa itu diperkirakan jatuh di wilayah 100 kilometer dari pantai selatan Srilanka pada pukul 11:49 waktu setempat. Menteri Pertahanan Srilanka mengatakan, telah menerapkan larangan terbang dan menangkap ikan di wilayah yang diperkirakan tempat jatuhnya puing-puing tersebut.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataannya, Badan Antariksa Eropa mengatakan, “Massanya belum cukup untuk menciptakan bahaya apapun di daerah tersebut, tapi pemandangannya pada saat itu akan tampak spektakuler, dalam beberapa detik, langit di siang hari itu akan menjadi sangat terang. Obyek tersebut mungkin berongga, dengan diameter beberapa meter panjangnya.

Selain itu, astronom Nick Moskovitz di Lowell Observatory, AS, seperti dilansir laman Canadian Broadcasting Corporation (CBS) mengatakan dalam konferensi persnya, “Kami tidak tahu benda apa itu, jadi kami juga tidak tahu bagaimana bentuk dan mengapa benda misterius itu menjadi kepingan. Sama halnya seperti panel surya dan booster tank itu adalah dua hal yang sama sekali berbeda.”

Menurut penuturan Badan Antariksa Eropa, potongan dari luar angkasa itu mungkin bagian dari sebuah roket yang ditinggalkan, dimana ketika benda itu masuk ke atmosfer bumi, mungkin segenap benda itu akan habis terbakar, namun, beberapa potongan puing-puing yang belum sepenuhnya habis terbakar itu kemungkinan jatuh ke Samudera Hindia.

Banyak astronom berharap dapat merekam pemandangan gesekan atmosfer bumi dengan objek tersebut. Sementara itu, sumber dari Lowell Observatory mengatakan bahwa ilmuwan Peter Jenniskens dari Search for Extraterrestrial Intelligence Institute- SETI Institute, California, AS, bahkan menyewa sebuah pesawat untuk melacak dan mencoba mendapatkan informasi spectral dari benda langit tersebut.

Dalam tradisi Barat, Black Friday atau Jumat hitam (Friday the 13th) adalah hari yang tidak baik (sial), persisnya pada angka 13 dalam kalender Gregorian, dan bertepatan dengan hari Jumat. (joni/rmat)

https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=j5VzE-jf_c8

 

Share

Video Popular