Keterangan gambar: Ilmuwan sebelumnya memperkirakan bahwa pada tahun 2022 nanti, 12% kemungkinannya bumi akan disapu badai matahari. (NASA)

Oleh: Xiao Yu-qing

Para ilmuwan sebelumnya pernah meramalkan bahwa pada 2022 mendatang, sebesar 12% kemungkinannya bumi akan disapu badai matahari. Jika saat itu bumi benar-benar diterjang badai matahari, maka letusan protuberan atau letusan gas matahari yang dipicu badai matahari akan menyebabkan pemadaman (listrik), gangguan jaringan dan sinyal penyiaran secara global selama beberapa bulan. Dampaknya bencana terhadap masyarakat modern yang terlalu bergantung pada listrik. Untuk meminimalkan dampak serangan badai matahari pada saat itu, Gedung Putih kini tengah mengintensifkan persiapan, termasuk meningkatkan sistem peringatan dini.

Laman “Daily Mail” menyebutkan, insiden badai matahari yang memberi dampak paling fatal pada bumi sebagaimana yang tercatat itu dikenal dengan Carrington Event, terjadi pada September 1859 silam, pada masa itu tidak ada jaringan listrik dan satelit. Badai matahari ketika itu menyebabkan beberapa jaringan telegraf meledak, dan membakar beberapa kantornya, hingga akhirnya memicu pemadaman listrik di Eropa dan Amerika Utara.

Masyarakat sekarang bergantung pada teknologi, dampak penghancuran dari letusan gas matahari.

Di dunia yang dipenuhi dengan teknologi yang lebih mutahir saat ini, para ahli memprediksi, bahwa dampak dari badai matahari kali ini akan lebih menghancurkan. Letusan gas matahari yang menghasilkan pulsa elektromagnetik (EMP) massif itu bisa menghancurkan pusat tenaga listrik, dan akan mengakhiri peradaban modern. Manusia bergantung pada telepon genggam, kartu kredit dan internet, namun saat badai menerjang, semua lumpuh. Tak berdaya.

Hasi penelitian the US National Academy of Sciences pada 2008 lalu mengatakan, jika terjadi peristiwa yang setingkat dengan Carrington Event, maka dampak dari bencana ini akan membuat ekonomi tumbang hingga US$ 2,6 triliun. Laporan terkait memperingatkan bahwa badai matahari yang ekstrim kemungkinan akan menyebabkan pemadaman listrik selama berbulan-bulan bahkan lebih.

Pada 2012 lalu, badai matahari pernah mendekat bumi, tapi untungnya, badai matahari ketika itu tidak menyembur menghadap ke bumi. Keterangan gambar: Ilustrasi dampak badai matahari terhadap bumi yang dibuat NASA. Badai matahari yang bermuatan medan magnet dan partikel bermuatan listrik saling berinteraksi dengan medan magnet bumi, meng-eksitasi partikel dari lapisan atmosfer bumi, mempengaruhi komunikasi, dan menghasilkan aurora yang indah menyilaukan. (NASA)

Berkenaan dengan itu, Gedung Putih telah membuat rencana darurat untuk menghadapi badai yang bisa menjadi “kiamat” kecil bagi seluruh dunia.

“Jujur, badai matahari ini akan menjadi badai alami terburuk yang pernah ada bagi seluruh dunia,” kata ahli cuaca John Kappenman kepada US tech blog Gizmodo.

Sementara itu, kepala biro untuk Sains dan Teknologi di Gedug Putih, John P. Holdren mengakui, bahwa badai matahari kali ini akan sangat berbahaya dan sangat menantang.

“Iklim di luar angkasa memang suatu fenomena alami yang bisa saja berdampak buruk bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi nasional, dan ancaman itu benar-benar nyata serta berbahaya, ini bukan main-main,” kata Holdren menambahkan.

Gedung Putih mengembangkan strategi koping

Gedung Putih menyadari badai matahari yang ekstrim dapat membahayakan keamanan nasional dan ancaman kehidupan, dalam beberapa hari sebelumnya telah mengumumkan sebuah strategi untuk menghadapi bencana yang datang dari luar angkasa.

Saat ini, waktu peringatan dini dari NASA atas perubahan cuaca di angkasa adalah 15 hingga 60 menit. Gedung Putih juga berencana memungkinkan peluncuran satelit baru dan teknologi baru di muka bumi untuk memberikan waktu peringatan bencana yang lebih memadai.

Berdasarkan program terkait, jika kondisi terburuk memang benar-benar terjadi, maka American School, akademisi, instansi pemerintah, media, perusahaan asuransi, organisasi non-profit dan sektor swasta akan dilibatkan untuk menghadapi bencana tersebut. (joni/rmat)

 

Share

Video Popular