Keterangan foto: Disaat Wen Jiaobao (kiri) menggantikan posisi PM dari tangan Zhu Rongji (kanan) pada 2003. (internet)

Oleh Fang Linda

Sistem propaganda Partai Komunis Tiongkok (PKT) merupakan sebuah sistem yang tertutup dan kaku, jika tidak terlalu memahami aturan pemberitaan media PKT dan sistem bahasa propaganda PKT, maka tidak mudah memperoleh lebih banyak informasi yang tepat guna dari media resmi PKT. Namun beberapa tahun belakangan ini muncul sejumlah “media baru resmi” yang lebih berani mengeluarkan sejumlah informasi politik tingkat tinggi.

Ditengah sejumlah micro channel kode publik, peristiwa politik, satu diantaranya adalah micro channel kode publik “Zhengshi’er – Masalah Politik” yang berada dibawah bendera harian Xinjingbao (Beijing News), sebuah harian resmi dari Departemen Propaganda Komite Kota Beijing PKT.

“Zhengshi’er” pada Selasa (10 /11/2015) menerbitkan sebuah artikel yang memaparkan pernyataan 4 mantan Perdana Menteri PKT tentang anti korupsi, informasi yang dipaparkan sangat berlimpah, menyampaikan sebuah isyarat penting.

Latar belakang penerbitan artikel tersebut adalah setelah terjadi peristiwa penangkapan Wawali kota Shanghai/anggota tetap komite PKT kota Shanghai Ai Baojun pada hari itu juga. Peristiwa keruntuhan “Harimau utama” kota Shanghai itu sendiri tidak terlalu diluar dugaan, justru yang menggemparkan dan menjadi perhatian kalangan asing adalah efek pasca peristiwa tersebut. Sekarang mungkin sedikit orang yang tidak tahu bahwa sasaran terakhir memukul Harimau Anti Korupsi di Shanghai adalah Jiang Zemin.

1. Li Peng

Li Peng adalah Perdana Menteri saat Jiang Zemin berkuasa. Ketika Xi Jinping dengan program anti korupsi melakukan pembersihan terhadap grup Jiang Zemin, demi mengalihkan sorotan publik, media yang dikendalikan grup Jiang di luar RRT mengekspos info KKN dari keluarga Lipeng secara besar-besaran. Berhubung dalam maha “proyek tiga ngarai (sungai Yangtse)”, industri Batubara dan listriknya mempunyai hubungan erat dengan bisnis keluarga Li Peng, maka dalam sebuah artikel memoar Li. Ia menangkis dengan menuding Jiang “Sejak 1989 seluruh keputusan penting ‘proyek tiga ngarai’ adalah di bawah naungan Jiang Zemin, ketua PKT saat itu.” Dengan demikian menyatakan sikap memutus hubungannya dengan Jiang. Sejak itu, keluarga Li Peng bahkan berkali-kali menyatakan dukungannya atas tindakan Xi membasmi korupsi, dan memutus hubungan dengan Jiang.

2. Zhu Rongji

Karir politik Zhu Rongji terutama dimulai dari Shanghai, tapi Zhu sendiri bukan anggota dari grup Jiang. Pada akhir 1987 kursi wali kota Shanghai sedang kosong, sekjen PKT saat itu Zhao Zhiyang merekomendasi Zhu yang menjabat wakil ketua anggota tetap Komite Ekonomi Nasional mengisi kekosongan tersebut, akan tetapi Jiang Zemin kurang setuju, namun dibawah desakan Zhao, Zhu berhasil masuk Shanghai.

Zhu Rongji dikemudian hari mendapat dukungan lagi dari mantan ketua PKT Deng Xiaoping. Deng menganggap Zhu “mengerti masalah ekonomi”, maka pada 12 April 1991, dalam sidang pleno ke-4 Kongres Rakyat ke-7, Deng tidak menghiraukan pendapat lainnya, secara resmi mengangkat Zhu Rongji menjabat wakil Perdana Menteri, sehingga dibenci oleh Jiang Zemin, dalam jangka panjang mengalami balas dendam hingga masa akhir jabatannya. Zhu telah menjadi lawan kebuyutan Jiang.

Ditengah proses Xi Jinping berhadapan dengan grup Jing Zemin, Zhu Rongji adalah pendukung Xi, ia berkali-kali tampil dan bersuara mendukung Xi melancarkan gebrakan anti korupsi. “Zhengshi’er” dalam memaparkan pernyataan anti korupsi Zhu, selain menyebut basis Jiang kota “Shanghai”, juga menyampaikan pernyataan “Gempur Harimau dulu baru Srigala,” ini sesuai dengan laporan khusus Epoch Times beberapa waktu lalu yang berkonsep ”Mau menangkap Penjahat Tangkap Raja Penjahat Dulu” dalam menangani Jiang. Konsep tersebut selanjutnya juga terlihat digunakan dalam artikel anti korupi dari situs web resmi Komite Disiplin Sentral PKT.

Pernyataan Zhu Rongji yang telah dimunculkan kembali mengisyaratkan, Jiang Zemin sebagai big boss grup Jiang yang bercokol di Shanghai akan menghadapi nasib ditangkap.

3. Wen Jiabao

Wen Jiabao merupakan anggota terpenting dalam front Xi Jinping-Hu Jintao (PM 2002-2012), merupakan musuh bebuyutan grup Jiang. Dalam pertarungan Xi Jinping vs grup Jiang Zemin, Wen selalu berada di garis terdepan, tiada hentinya tampil, menyuarakan dukungan terhadap reformasi dan anti kurupsi yang dilakukan oleh Xi Jinping.

Pernyataan anti korupsi Wen memrediksikan, “Jika masalah KKN tidak dapat diselesaikan dengan baik, akan mengakibatkan kemusnahan manusia dan kehancuran pemerintah.” Isyarat yang disampaikan lebih keras dibandingkan dengan mantan PM lainnya. “Kemusnahan manusia dan kehancuran pemerintah” mengisyaratkan, setelah menangkap Jiang Zemin masyarakat Tiongkok akan mengalami perubahan yang amat besar. Dengan kata lain, nasib PKT sebetulnya sangat erat hubungannya dengan nasib Jiang Zemin, ketika Jiang tertangkap, maka akan diiringi dengan disintegrasi kekuasaan. Sinyal tersebut sesuai dengan tindakan Xi Jinping dewasa ini yang mempelopori pertemuan Xi – Ma Ying-cheou (Presiden R.O.C/Taiwan) dan lain sebagainya, memperlihatkan Xi Jinping sedang menerobos kerangka PKT, melangkah maju dijalurnya sendiri.

4. Li Keqiang

Li Keqiang Perdana Menteri RRT sekarang ini merupakan tokoh utama front Xi Jinping. Ia bersama Wang Qishan (sekjen Komite Disiplin Pusat, tangan kanan Xi) menjadi pembantu utama Xi dalam menghadapi grup Jiang Zemin. Dibandingkan dengan Perdana Menteri terdahulu Wen Jiabao, Li Kejiang dibawah dukungan Xi Jinping, telah memperoleh kekuasaan dan sumber daya yang dapat dikendalikannya. Ia menyampaikan pernyataan anti korupnya sebagai berikut, ”Tidak peduli siapapun, tidak peduli jabatannya tinggi maupun rendah, di hadapan hukum semua orang sama rata, asalkan telah melanggar disiplin partai atau hukum negara, pasti akan diperiksa secara seksama dan dijatuhi hukuman”.

Ini merupakan penegasan dari sinyal “ke atas tidak ada batasannya” yang dicanangkan oleh front Xi Jinping dalam menggempur harimau, sasaran terakhir tetap ditujukan kepada harimau terakhir dan terbesar Jiang Zemin.

Kata Penutup

Meneliti pernyataan anti korupsi dari 4 Perdana Menteri, merupakan sebuah sinyal yang dikeluarkan bersama oleh mereka dalam menjatuhkan Jiang dan akan dilakukan penangkapan terhadap Jiang. Hal ini terjadi pada saat-saat krusial dimana Xi Jinping melakukan penangkapan terhadap “Harimau utama” kota Shanghai, dan melakukan serangan umum terhadap kota Shanghai, sarang utama Jiang Zemin. Media PKT menggunakan bentuk isyarat seperti ini, serempak mengeluarkan peringatan dini kepada segenap unsur intern PKT, menyampaikan informasi tentang Jiang yang sulit lari dari jeratan hukum serta bakal terjadi perubahan situasi yang amat besar di Tiongkok. (tys/whs/rmat)

Share

Video Popular