Suasana kota Paris di lokasi penyerangan teroris (KENZO TRIBOUILLARD/AFP/Getty Images)

JAKARTA – Pemerintah Indonesia turut berduka atas serangan teroris yang terjadi di Paris, Prancis terutama di Gedung Teater Bataclan, Sabtu (14/11/2015) dinihari. Atas nama Kepala Negara, Presiden Jokowi menyatakan serangan teroris merupakan sesuatu yang tidak bisa ditolerir.

“Dukacita mendalam bagi korban aksi kekerasan di Paris. Terorisme, apapun bentuk dan alasannya tidak dapat ditolerir -Jkw,” tulis Jokowi melalui akun Twitter-nya, @jokowi.

Presiden Jokowi rencananya akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang akan dilaksanakan di Antalya, Turki, pada 15-16 November 2015. Presiden RI Joko Widodo akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro.

Ucapan keprihatinan atas serangan teroris di Paris turut disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin dalam akun twitternya @lukmansyaifudin, “Tuhan lindungilah kami dari kebencian Anugerahilah kami dengan kedamaian,” tulisnya.

Sementara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melaporkan berdasarkan koordinasi dengan KBRI di Paris, hingga saat belum aa laporan mengenai korban dari Warga Negara Indonesia (WNI) atas serangan teroris. Pemerintah Indonesia mengimbau WNI di Paris untuk terus berhati hati dan menghindari tempat yang dapat menjadi target.

Sebagai cara agar WNI yang ingin mengetahui perkembangan peristiwa teror di Paris itu, KBRI Paris membuka layanan informasi dan hotline pada nomor+33 621122109. Hingga kini KBRI di Paris masih terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memperoleh informasi.

Melansir dari AFP, Serangan teroris di Paris, Perancis, terjadi pada Jumat (13/11/2015) terjadi pada sejumlah tempat di pusat kota itu. Aksi teror dilakukan dengan penembakan dan bom bunuh diri. Hingga kini dilaporkan sebanyak 153 orang tewas atas insiden itu. Sebanyak 112 orang diantaranya tewas dibunuh di ruang konser Bataclan, Paris.

Para pelaku berhasil ditembak mati oleh unit SWAT Prancis yang menyerbu ruang konser Bataclan. Atas insiden ini, Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan para teroris yang melakukan kekejaman tersebut akan menghadapi aksi Perancis yang nekat dan bersatu. Menurut dia, semua warga Perancis harus mengetahui cara mempertahankan diri, memobilisasi kekuatan, dan mengatasi teroris. (asr)

Share

Video Popular