Keterangan gambar: Seorang pedagang keliling sedang menjajakkan gambar Aung San Suu Kyi yang memenangkan pemilu Myanmar. (AFP/Getty Images)

Myanmar yang hampir setengah abad di bawah kekuasaan militer kini sedang mempersiapkan perubahan politik terbesar sepanjang sejarah. Partai oposisi pemerintah yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, National League for Democracy (NLD) memperoleh kemenangan mutlak dalam pemilihan umum yang diselenggarakan pada 8 November 2015 di Myanmar.

Setelah Presiden Thein Sein berjanji untuk mempromosikan peralihan kekuasaan secara damai, kepala militer Myanmar pada hari ini menyatakan keinginan untuk bekerjasama dengan pemerintah baru nanti. Presiden Obama telah melakukan pembicaraan lewat telpon kepada Presiden Thein Sein dan mengucapkan selamat kepada Aung San Suu Kyi.

Myanmar Times melaporkan bahwa Panitia Pemilihan Umum Myanmar mengumumkan hasil perhitungan suara gelombang ke 15 pada 12 November 2015 yang menunjukkan bahwa partai NLD telah unggul dengan perolehan total 273 kursi di majelis. Sedangkan partai berkuasa yang memiliki latar belakang militer yaitu Union Solidarity and Development Party (USDP) hanya memperoleh total 27 kursi majelis.

Juru bicara kepresidenan kepada BBC mengatakan bahwa Presiden Thein Sein telah mengucapkan selamat kepada Aung San Suu Kyi atas kemenangan besar partai yang dipimpinnya. Thein Sein bahkan dalam akun Facebooknya mengatakan, “Kami menghormati keputusan dan pilihan rakyat Myanmar, dan serah terima jabatan akan dilaksanakan sesuai undang-undang yang berlaku”.

Setelah Presiden Thein Sein mengucapkan selamat kepada Aung San Suu Kyi, Panglima Angkatan Pertahanan Myanmar yang memegang kekuasaan nyata, Jenderal Min Aung Hlang mengadakan pertemuan dengan para petinggi militer, kemudian memberikan pernyataannya lewat Facebook, “Pihak militer akan bekerjasama dengan pemerintah baru pasca pemilihan umum.”

Gedung Putih pada 12 November 2015 mengeluarkan pernyataan bahwa Presiden Obama telah mengucapkan selamat kepada Aung San Suu Kyi dan partainya NLD yang berhasil keluar sebagai pemenang dalam pemilihan umum pada 8 November 2015.

“Anda telah melakukan pengorban dan perjuangan yang gigih selama bertahun-tahun demi mencapai Myanmar yang lebih terbuka, lebih damai dan lebih demokrasi. Pemerintahan yang mengarah pada pembentukan pemerintahan baru, mungkin menjadi langkah maju yang besar Myanmar dalam transisi menuju demokrasi,” kata Obama.

Dalam pernyataan yang berbeda, Gedung Putih mengatakan bahwa Obama semalam juga menelpon Presiden Thein Sein, menyampaikan selamat atas kesuksesan pemerintah dalam menyelenggarakan pemilihan umum bersejarah yang bebas dan adil.

Meskipun Aung San Suu Kyi dan NLD memperoleh suara terbanyak, namun tentara, polisi dann sebagian besar kepala pemerintahan Myanmar masih tunduk kepada militer Myanmar. Konstitusi Myanmar pada 2008 selain banyak membatasi kekuasaan Presiden, juga memuat klausula yang mengijinkan militer untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri. Dengan demikian maka pemerintahan baru nanti perlu bekerjasama dengan pihak militer.

Aung San Suu Kyi pada Selasa (10/11/2015) menulis surat kepada presiden, pemimpin militer serta ketua parlemen untuk meminta pertemuan dalam pekan depan guna membahas bagaimana melaksanakan aspirasi damai rakyat. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular