Warga berduka cita atas korban serangan teroris di  monumen Place de la République di Paris (Foto : David Vives/Epoch Times)

JAKARTA – Pihak kepolisian memperketat pengamanan di Kedutaan Besar Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara Eropa terutama Kedutan Besar Perancis, sekolah dan Pusat Kebudayaan Prancis  setelah serangan brutal dan bom bunuh teroris di Paris, Perancis.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti sudah mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajarannya di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan terhadap sejumlah objek-objek vital terutama Kedutaan negara-negara sahabat terutama Perancis.

“Sejak kejadian di Perancis, Pak Kapolri langsung memberikan instruksi untuk memperketat keamanan kedutaan dan konsulat jenderal negara-negara sahabat, terutama Perancis. Juga objek vital lainnya,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Suharsono kepada media, Minggu (15/11/2015).

Instruksi yang dikeluarkan oleh Kapolri mencakupi peningkatan langkah prosedur-prosedur tetap pengamanan terhadap sejumlah objek vital dan tempat-tempat keramaian. Langkah yang dilakukan berupa deteksi dini serta patroli keamanan seperti terhadap tempat pusat wisata dan belanja.

Mabes Polri menegaskan seluruh Kapolda, Kapolres hingga Kepala Satuan Wilayah sudah mengantisipasi dengan anggota mereka jika terjadi gangguan keamanan. Peningkatan pengamanan secara terbuka dan tertutup itu dilakukan dikarenakan bangsa Indonesia tidak ingin kecolongan terhadap peristiwa-peristiwa akibat aksi terorisme.

Kepolisian meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir. Meski demikian masyarakat diminta untuk terus waspada terhadap lingkungan mereka masing-masing. Jika kemudian melihat orang yang mencurigakan diminta untuk melapor kepada aparat kepolisian.

Otoritas Perancis menyatakan serangan teroris di sejumlah tempat di kota mode itu menewaskan sedikitnya 128 orang. Sementara laporan kantor berita Reuters menyebutkan, 99 orang dalam kondisi kritis akibat serangan berdarah itu. Reuters mengutip dari keterangan Kantor Kejaksaan di Prancis. Laporan kantor berita AFP menyebutkan 127 orang tewas, 200 orang mengalami luka-luka dan 80 orang dalam kondisi kritis.

Kelompok yang menggelari diri dengan Negara Islam (IS) menyatakan bertanggung jawab atas serangkaian brutal dan bom bunuh di Paris. Presiden Prancis Francois Hollande menyatakan IS sudah menyatakan aksi perang dengan yang dilakukan delapan pria bersenjata. Tindakan itu merupakan aksi diorganisir dan direncanakan dari luar. (asr)

Share

Video Popular