Keterangan foto: Ilustrasi. Teror Paris (ctvnews)

Oleh: CNA

Anggota kongres federal komite intelijen dari Partai Demokrat Adam Schiff mengkritik tentang ‘kegagalan’ AS dalam strategi anti teror dari negara Islam. Ia mengatakan bahwa serangan teror ala Paris masih mungkin terjadi di masa mendatang.

AFP melaporkan bahwa setelah serangan teror Paris, Presiden Amerika Obama dan para pembantu seniornya berjanji untuk berdampingan dengan Prancis dalam membasmi terorisme, dan menyatakan akan memperkuat kerjasama militer dan berbagi informasi intelijen.

Namun, menurut Adam Schiff bahwa hal tersebut sudah dilakukan pemerintah AS, tetapi hanya itu saja tidak cukup. Dalam program politik ‘This Week’ di ABC News, Adam Schiff mengatakan, “Saya pikir arti daripada kejadian ini tidak semata mewakili kegagalan dari sistem intelijen.”

Menurutnya, kejadian itu lebih merupakan kegagalan strategi aliansi Barat secara keseluruhan, karena telah membiarkan Negara Islam yang berada di Suriah dan Irak memiliki basis yang luas. Membiarkan mereka memiliki waktu cukup dalam menyusun strategi juga memberikan cukup banyak sumber daya untuk melakukan serangan teror.

“Oleh sebab itu, terkecuali ada perubahan strategi yang mendasar, kalau tidak maka hampir dapat dipastikan bahwa serangan teror ala Paris di waktu mendatang bisa makin sering terjadi,” pungkas Adam Schiff. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular