Keterangan foto: Media Hongkong mengungkapkan bahwa menjelang Kongres kelima PKT, Hu Jintao kembali menyurati Politbiro untuk mengusulkan peniadaan kantor-kantor mantan pejabat senior PKT. (Feng Li/ Getty Images)

Oleh Zhang Dun

Ketika Hu Jintao berkuasa, mantan Ketua Partai Komunis Tiongkok (PKT) Jiang Zemin telah menggunakan kekuatan kroninya untuk melumpuhkan kekuasaan pemerintahannya. Baru-baru ini media Hongkong mengungkapkan bahwa menjelang Kongres kelima PKT, Hu kembali menyurati otoritas Xi Jinping menyampaikan usulan untuk meniadakan kantor-kantor mantan pejabat senior PKT. Usulan ini oleh media dipandang sebagai upaya untuk menekan Jiang Zemin. Sebelum berlangsungnya Sidang Paripurna ke 18 PKT, Xi Jinping sudah menutup kantor Jiang di dalam Gedung Komisi Militer Pusat.

Majalah ‘Trend’ Hongkong edisi November 2015 melalui judul artikel “Hu Jintao Mengusulkan Peniadaan Kantor untuk Mendesak Jiang” memberitakan bahwa Hu mengusulkan diadakan perubahan terhadap beberapa peraturan yang menyangkut pensiunan. Ada 4 hal yang disampaikan dalam usulan itu namun yang paling utama adalah menyangkut peniadaan fasilitas kantor bagi mantan pejabat senior PKT.

Juga diungkapkan oleh media Hongkong pada Oktober lalu bahwa dalam surat usalan terdahulu yang dikirim Hu Jintao kepada Komite Sentral PKT dan anggota pensiunan, terdapat 12 pokok usulan yang antara lain berbunyi, “Meminta kesediaan dari para pejabat senior baik yang aktif maupun pensiun dengan tanpa syarat menerima inspeksi dan pengawasan dari otoritas yang berwenang. Juga bersedia untuk menjalani inspeksi hukum atas akuntabilitas politik mereka. Mengusulkan peniadaan fasilitas kantor bagi mantan Ketua PKT atau mantan Kepala Negara.”

Hu menyampaikan sendiri surat usulannya kepada Xi Jinping, Direktur Kantor Kepresidenan Li Zhanshu. Dikabarkan bahwa Hu menjabat erat tangan Xi dan mengatakan akan terus mendukungnya, meminta Xi untuk terus maju.

Setelah Sidang Paripurna ke 18 PKT, Hu Jintao berulang kali berpartisipasi dalam mendukung kampanye anti korupsi yang digerakan rezim Xi Jinping, dan menggagalkan rencana mengambil alih kekuasaan yang diotaki Zeng Qinghong pada Maret tahun ini, saat Xi sedang melakukan kunjungan kenegaraan di Pakistan. Zeng meminta Hu untuk membantu tetapi mendapat penolakannya. Akhirnya rencana kudeta itu “mati dalam kandungan.”

Selama Hu Jintao berkuasa, mantan Ketua PKT Jiang Zemin menggunakan kekuatan kroni-kroninya untuk ‘menjegal’ kekuasaan Hu. Kantor Pusat PKT pernah secara khusus mengungkapkan tentang campur tangan Jiang dalam urusan pemerintahan sejak ia turun tahta 2004. Selama 8 tahun itu Jiang telah mengeluarkan total sebanyak lebih dari 570 eksemplar surat-surat atau dokumen yang ia tandatangani sebagai balasan atas permintaan persetujuan atau petunjuk dari Kantor Pusat PKT, sejumlah pejabat tingkat departemen atau propinsi. Surat Instruksi atau dokumen yang ia kirimkan atas nama dirinya mencapai tidak kurang dari 330 eksemplar. Termasuk menyelenggarakan sampai 20 kali forum pertukaran pendapat dengan para pejabat yang aktif maupun yang sudah pensiun.

Peristiwa Chongqing meletus pada Februari 2012 menjelang pelaksanaan Sidang Paripurna ke 18 PKT. Membeberkan rencana Jiang Zemin, Zeng Qinghong, Zhou Yongkang, Bo Xilai berkonspirasi untuk menggulingkan kekuasaan Xi Jinping.

Hu Jintao, Wen Jiabao dan Xi Jinping kemudian bergandengan tangan dalam mencopot Bo Xilai pada 15 Meret tahun yang sama. Bo akhirnya kehilangan kedudukan sebagai Sekretaris Komite PKT kota Chongqing.

Sebelum Sidang Paripurna ke 18 PKT, Hu menyampaikan surat kepada Sidang Paripurna ke 17 yang isinya menyatakan akan mundur penuh dari semua jabatannya baik di partai maupun militer pasca Sidang Paripurna ke 18 dan tidak akan berkantor termasuk kantornya yang berada di Zhongnanhai minta dibongkar. Selain itu, ia juga berjanji tidak akan mengintervensi pekerjaan pemimpin penerusnya.

Kabarnya, Hu juga menginstruksikan penutupan kantor Jiang Zemin yang berada di gedung Pusat Komite Militer. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular