Keterangan gambar: Suasana letusan dari lubang hitam di sistem bintang biner V404 Cygni yang jauhnya sekitar 7800 tahun cahaya dari bumi. (videop screenshot)

Oleh: Lin Yan

Para astronom menemukan sebuah fenomena astronomi yang sangat langka, sebuah lubang hitam yang terlelap selama 26 tahun kini bangkit dari tidurnya, dan menyemburkan materi dengan kecepatan cahaya. Massa lubang hitam tersebut adalah 12 kali dari massa matahari, terletak di sistem bintang biner V404 Cygni yang jauhnya sekitar 7800 tahun cahaya dari bumi.

Melansir laman “Business Insider,” Kamis (12/11/2015), ilmuwan menemukan lubang hitam ini dalam kondisi “tenang” selama 26 tahun dan melumat sejumlah besar materi, membentuk piringan di sekelilingnya, hingga akhirnya melepaskan sejumlah besar energi panas, gelombang radio, sinar-X dan cahaya tampak ke angkasa.

Laporan terkait mengutip informasi dari Oxford Science blog, pada Rabu (4/11/2015) lalu, bahwa pancaran unik ini sangat terang, sehingga dapat diamati astronom hanya dengan menggunakan teleskop kecil ukuran 14 inci.

Keterangan gambar: Kecepatan sinar X yang kuat dari pancaran lubang hitam di sistem bintang biner V404 Cygni. (video screenshot)

Namun, para ilmuwan telah melewatkan suasana dari awal pancarannya (lubang hitam). Laman Oxford Science blog menyebutkan, bahwa pada 15 Juni 2015 lalu, Oxford ilmu blog melaporkan bahwa 15 Juni 2015, Swift GammaRay Burst Mission milik NASA berhasil menangkap kecepatan pancaran sinar x dari sistem bintang biner V404 Cygni, kemudian dari pengamatan Gamma-ray Coordination Network mengeluarkan sinyal peringatan, sehingga para ilmuwan di seluruh dunia segera membidikkan teleskop ke arah pancarannya untuk memantau dengan lebih seksama. Lagipula kesempatan pengamatan ini hanya “sekali dalam sepanjang hidup.”

Laporan terkait mengatakan, bahwa semburan kali ini berlangsung selama 30 hari, setelah itu lubang hitam memasuki keadaan tenang. Dan untungnya, ledakan ini terjadi pada 7800 tahun silam, sampai pada 15 Juni 2015 baru ke Bumi. Dari hasil pemantauan, lubang hitam V404 Cygni pernah meletus tiga kali, masing-masing pada 1938, 1956 dan 1989, karena itu, para ilmuwan memperkirakan lubang hitam tersebut akan meletus setiap 20-30 tahun karena kondisi materi di dalamnya, dan melepaskan berbagai materi energi tinggi ke angkasa. (joni/rmat)

 

 

 

Share

Video Popular