Keterangan gambar: Ilustrasi Presiden Obama saat pidato di Majelis Umum PBB pada 28 September 2015. (Don Emmert/AFP)

Oleh CNA Manila

KTT APEC akan diadakan di Manila. Meski Filipina sebagai tuan rumah telah berjanji untuk tidak membawa masalah sengketa maritim dengan Tiongkok ke dalam agenda pertemuan, tetapi Presiden AS Obama tetap akan menggunakan kesempatan berkunjung ke Filipina untuk melihat kondisi kapal perang Filipina, melepas sinyal akan mendukung Filipina dalam masalah sengketa.

Penjabat Deputi Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Asia Timur dan Pasifik Daniel J. Kritenbrink dalam situs Deplu AS menyebutkan bahwa Obama akan tiba di Manila dari Turki pada Selasa (17/11/2015) besok, dan langsung mengunjungi sebuah kapal perang Filipina untuk bertemu dengan perwira Angkatan Laut Filipina “menunjukkan dukungan AS pada keamanan maritim ke wilayah tersebut”.

Daniel J. Kritenbrink tidak menyebutkan kapal perang mana yang akan dikunjungi Obama, tetapi pejabat Filipina yang tidak disebutkan namanya mengatakan kapal perang yang akan dikunjungi Obama itu kemungkinan besar adalah kapal perang BRP Gregorio del Pilar (PF-15) yang memperkuat Angkatan Laut Filipina sejak bulan Mei 2011. Ia dianggap sebagai kapal perang paling modern di Asia Tenggara.

PF-15 sebelumnya adalah kapal penjaga pantai AS bernama USCGC Hamilton (WHEC-715) yang dapat dioperasikan untuk anti penyelundupan dalam segala cuaca. Setelah dinon-aktifkan karena kelebihan armada sesuai perundangan militer AS, maka kapal tersebut dijual ke Filipina dengan harga murah.

Daniel J. Kritenbrink sebelumnya pernah menyebutkan bahwa Obama juga berencana untuk bertemu dalam kunjungannya di Filipina, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Presiden Filipina Benigno Aquino III, dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk suatu pertemuan bilateral.

Obama diduga akan membahas beberapa masalah penting yang berkaitan dengan aliansi AS – Filipina. Dunia luar memprediksi bahwa pertemuan akan mencakup masalah sengketa wilayah dengan Tiongkok di Laut Selatan dan hal-hal yang berkaitan dengan kerjasama pertahanan sesuai Penyempurnaan Perjanjian Kerjasama Pertahanan (Enhanced Defense Cooperation Agreement. EDCA).

EDCA adalah perjanjian kerjasama pertahanan yang ditandatangani Obama saat berkunjung ke Filipina pada April 2014. Namun karena mendapat pertentangan dari sejumlah elite politik yang menuntut Mahkamah Agung Filipina untuk tidak mengesahkannya, maka perjanjian tersebut hingga kini belum bisa berlaku.

Jepang jugang sama seperti Filipina juga juga bersengketa meritim dengan Tiongkok.

KTT APEC ke 23 akan berlangsung di Manila pada 18 – 19 November 2015. Meskipun tuan rumah Filipina berjanji tidak memasukkan masalah sengketa maritim dengan Tiongkok ke dalam agenda pertemuan, namun pejabat Departemen Luar Negeri Filipina menegaskan bahwa negara anggota dapat secara bebas mendiskusikan masalah apapun dalam pembicaraan bilateral mereka. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular