Keterangan gambar: Kementerian Keamanan Prancis pada 15 Nopember mengeluarkan perintah penangkapan terhadap tersangka serangan terror Prancis.

Oleh Zhang Ni dari Prancis

Kementerian Keamanan Prancis pada Minggu (15/11/2015) sore waktu setempat mengeluarkan perintah penangkapan terhadap seorang bernama Salah Abdeslam yang diduga terlibat dalam serangan teror di Paris pada Jumat (13/11/2015) lalu. Identitas tersangka tersebut juga disebarkan oleh kementerian lewat Twitter.

Kementerian Keamanan Prancis menghimbau seluruh masyarakat untuk segera menghubungi telpon no. 197 bila mengetahui informasi tentang orang tersebut. Kementrian juga meminta masyarakat untuk tidak bertindak sendiri karena orang tersebut sangat berbahaya.

Salah Abdeslam, Pria berusia 26 tahun, lahir di Brussel, Belgia pada 15 September 1989. Memiliki tinggi badan 175 cm dengan bola mata berwarna woklat.

Terlibat dalam perencanaan serangan teroris

Menurut laporan Washington Post bahwa 3 pelaku serangan teror itu masing-masing bernama Abdeslam Salah, Ibrahim Salah (keduanya bersaudara) dan Bilal Hadfi. Ibrahim telah tewas dalam serangan bunuh diri. Sedangkan Abdeslam sedang dikejar pihak berwenang dan Bilal Hadfi kemungkinan besar sudah melarikan diri ke Belgia atau Suriah.

Menurut berita yang dirilis pihak kepolisian Prancis bahwa pihak berwenang Belgia telah menangkap 7 orang teroris yang satu di antaranya berwarganegara Prancis yang merupakan sosok yang tidak asing bagi badan intelijen Prancis. Namanya Ismael Omar Mostefai, 29 tahun. Lahir di Essonne dekat Paris pada 21 Nopember 1985. Antara tahun 2004 – 2010 yang bersangkutan telah 8 kali dijatuhi hukuman oleh pengadilan Prancis, hampir terus berada dalam tahanan. Seorang jaksa di Paris mengatakan bahwa sejak tahun 2010 Ismael menjadi anggota ekstremis, ia menggunakan S sebagai nama. Ismael Omar Mostefai beserta ketujuh orang anggota keluarganya ditangkap pada 15 November 2015.

Pemerintah Prancis juga menggenggam sejumlah data aktifitas dari sejumlah teroris di Brussel, Belgia. Akhir pekan lalu, Prancis dengan pihak berwenang Belgia melakukan kerjasama lintas batas untuk menangkap mereka meski masih ada yang lolos melarikan diri.

Sementara itu, pihak berwenang Belgia yang melakukan interogasi mengungkapkan bahwa 2 orang warga negara Prancis yang tertangkap sudah mengakui adanya keterlibatan mereka dalam serangan teror pada Jumat di Paris, salah satunya itu tinggal di Brussel dan lainnya tinggal di Molenbeek.

Presiden Hollande : Keadaan Darurat Anti Terorisme diperpanjang 3 bulan

Media Prancis ‘Le Figaro’ memberitakan, Presiden Hollande menghendaki Keadaan Darurat Anti Terorisme diberlakukan selama 3 bulan, dan mengatakan bahwa dewan menteri akan mengeluarkan peraturan terkait setelah dilakukan pembahasan pada 18 November 2015. Berkaitan dengan kedudukan hukum dari keadaan darurat, Presiden Hollande memandang perlu untuk mengubah perundangannya yang dibuat pada 1955. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular